oleh

Puluhan Pedagang Ayam Potong Pasar Ki Lemah Dhuwur Tuntut Penataan Ulang Lapak Jualan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Merasa diperlakukan tidak adil dalam penataan lapak jualan, 20 ibu-ibu yang tergabung dalam paguyuban pedagang daging ayam mendatangi Kepala Pasar Ki Lemah Dhuwur (KLD) Bangkalan. Mereka meminta agar ada penataan ulang lapak jualan.

Mereka menuntut keadilan karena ada 5 pedagang ayam baru ditempatkan di lapak yang lokasinya dinilai strategis untuk berjualan yakni di depan pasar, sementara pedagang lama ditempatkan di tempat yang berbeda.

“Kami merasa sangat dirugikan dengan penataan lapak ini. Kami yang jualan sudah lama, ditempatkan di belakang,” kata Koordinator Paguyupan pedagang daging ayam, Satimah, Selasa (4/8/2020).

Masih menurut Satimah, dia dan para pedagang daging ayam lainnya meminta kepala pasar agar memindah lima pedagang baru itu ke belakang dan bergabung bersama yang lain. Keberadaan lima pegadang daging ayam itu membuat pedagang daging ayam lainnya yang berjualan di pasar sangat meresahkan, karena membuat pendapatan pegadang di dalam pasar menurun drastis.

“Banyak pembeli tidak mau ke belakang, karena di depan sudah ada yang jualan. Akhirnya, kami yang rugi, pembeli pada pindah. Pokoknya kalau lima pedagang itu tidak dipindah, kami akan bergerak lagi. Intinya kami ingin digabung menjadi satu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar KLD Bangkalan Ahmad Busro mengaku, akan secepatnya meminta lima pedagang di depan pasar untuk pindah ke lapak khusus pedagang daging ayam di belakang. Agar terkoordinir, pihaknya sudah membentuk kelompok dari pedagang ayam potong itu. Sehingga jika terjadi permasalahan bisa diselesaikan di dalam kelompok itu sendiri.

“Sebenarnya setiap blok itu sudah dikhususkan, tapi ada saja yang melanggar,” tuturnya.

Dengan pembentukan kelompok ini, dia berharap agar ketika ada permasalahan seperti perbedaan harga daging yang tidak sama, mereka yang menyelesaikan sendiri.

“Biar ketua kelompoknya yang menyelesaikan bagaimana enaknya nanti jika ada permasalahan kembali,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed