oleh

Puluhan Pembudidaya Ikan Penerima Hibah, Ilegal

Kabarmadura.id/Sampang-Sedikitnya ada 55 kelompok pembudidaya ikan di bawah naungan Dinas Perikanan Sampang, dinyatakan ilegal, lantaran sampai saat ini belum mengantongi surat izin. Padahal, puluhan pembudidaya ikan itu tercatat sebagai penerima hibah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaran Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang M. Suaidi Asyikin. Menurutnya, berdasarkan data d DPMPTSP, 55 kelompok pembudidaya ikan tersebut sama sekali tidak ada yang mengantongi surat izin.

“Kami sudah memberikan pelayan yang ramah, dalam pengurusan surat izin, namun tetap saja tidak ada yang mengurus,” katanya, Minggu (9/2/2020).

Padahal dilanjutkannya, untuk pengurusan surat izin usaha budidaya ikan saat ini sangat mudah. Pelaku usaha budidaya ikan cukup mendaftar melalui lembaga Online Single Submission (OSS).

“Saya harap kelompok, perusahaan, segera mengurus surat izin, dan nantu akan di arahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya M. Mahfud mengatakan, 55 kelompok pembudidaya tersebut mendapat bantuan dana hibah yang berupa prasarana usaha budidaya ikan.

“Ada 55 kelompok budidaya ikan, dan semua itu menerima dana hibah, berupa ikan, makanan ikan, kolam, vitamin dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain itu dia menyampaikan, dana hibah yang diberikan ke 55 kelompok budidaya tersebut sebesar Rp2,2 miliar. Angka tersebut diberikan berupa prasarana budidaya ikan senilai Rp50 juta per kelompok.

Hal itu bersumber dari dana Pagu Indikator Kewilayahan (PIK) Kecamatan, yang dalam pelaksanaanya di kelola Dinas Perikanan Kabupaten Sampang

“Untuk realisasi pengajuan dana tersebut pada saat Musrembang tingkat kecamatan,” tutupnya. (mal/pin)

Komentar

News Feed