Puluhan Ribu Petani di Pamekasan tanpa Kartu Tani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TANPA KARTU: Puluhan ribu petani di Kabupaten Pamekasan masih belum memiliki kartu tani.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Meski sudah berjalan empat tahun, program kartu tani rupanya belum sepenuhnya optimal realisasinya. Hal itu terbukti saat ini masih banyak puluhan ribu petani di Kabupaten Pamekasan belum memiliki kartu tani.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Slamet Supriyanto mengungkapkan, sejauh ini terdapat 69.803 kartu tani milik warga yang tercetak oleh pihak Bank Negara Indonesia (BNI).

Bacaan Lainnya

Namun demikian, masih terdapat 63.302 kartu tani milik warga yang belum tercetak. Pihaknya mengaku terdapat sejumlah kendala. Antara lain, data yang belum lengkap dan akurat, kemudian partisipasi warga untuk melengkapi data.

“Kadang-kadang bank jadi kesulitan karena warga yang tidak partisipatif. Namun yang jelas, warga yang tidak punya kartu tani tidak bisa dapat pupuk bersubsidi.” ungkapnya.

Kendati demikian, Slamet menambahkan, akan meningkatkan program kartu tani secara lebih intensif melalui skema bertahap. Pada tahap pertama, pihaknya akan menerapkan program kartu  tani lebih awal pada empat kecamatan terlebih dahulu.

“Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Galis dan Pademawu. Tapi semua tetap kita lakukan, hanya saja empat ini dulu,” rincinya.

Slamet menyebutkan, kegiatan program kartu tani itu akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Lebih lanjut dia menjelaskan, pengajuan kartu tani diusulkan melalui sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

Namun, kebijakan paling pengaruh menurutnya berada di pemerintah pusat. Sebab, program ini merupakan program pemerintah pusat yang kejasama dengan pihak BNI sebagai penyalur kartu tani kepada masyarakat.

“Kalau kendala lebih detailnya itu BNI yang tahu. Karena pusat kerja samanya dengan BNI,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabar Madura mencoba mengkonfirmasi pihak BNI dengan menemui petugas di ruangan yang khusus menangani bantuan sosial (bansos) bantuan pangan non tunai (BPNT) dan kartu tani, namun hasil konfirmasi nihil karena tidak berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab. (ali/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *