Puluhan Tahun Hamimah Menderita Kaki Gajah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MENGHARUKAN: Hamimah (54) menderita kaki gajah menceritakan rasa sakitnya di kediamannya Dusun Tengger Desa Buddagan Pademawu, Selasa (5/1/2021)

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Awalnya Hamimah terlahir sempurna, namun sejak saat itu, dia merasa tubuhnya panas dan tubuh bagian bawah mulai membengkak. 30 tahun lebih dia menderita kaki gajah dan kini bengkaknya terus membesar.

ALI WAFA, PADEMAWU

Bacaan Lainnya

Warga Dusun Tengger Desa Buddagan Kecamatan Pademawu itu kini hanya bisa pasrah dan bersabar menerima cobaan penyakit kaki gajah yang dideritanya selama 30 tahun lebih.

Perempuan 54 tahun itu kini hanya bisa terbaring di ranjang dan duduk di kursi dibantu saudara dan ibunya. Kini, dia tidak bisa beraktivitas seperti sediakala, karena bobot tubuhnya melebihi 100 kilogram.

Hamimah tidak memiliki anak kandung, dia hidup bersama suaminya dan seorang anak angkat yang diasuh dari saudaranya. Dia mengaku sering merasa kesakitan saat sekujur tubuhnya merasakan nyeri, terlebih di bagian tubuh yang semakin membengkak.

Hamimah sendiri hanya seorang lulusan sekolah dasar (SD) yang dulunya sempat bekerja di salah satu toko di daerah Tlanakan. Suaminya Sulianto bekerja sebagai supir truk dan anak angkatnya, Moh. Zainal Fajar, masih duduk di kelas tiga menengah atas.

Sebenarnya Hamimah sempat berusaha sembuh dengan menjalani operasi di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya pada tahun 2008 silam. Namun, setelah dioperasi kondisinya tidak semakin membaik; kaki serta pahanya semakin membengkak.

Kendatipun demikian, Hamimah mengaku belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah kecuali bantuan Covid-19 yang diambilkan dari dana desa senilai Rp300 ribu belakangan ini. Dia juga mengaku belum pernah menerima bantuan program keluarga harapan (PKH).

Hamimah juga tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), sehingga setiap pengobatannya, dia menanggungnya sendiri. Sementara penghasilan keluarganya hanya bertumpu pada suaminya yang bekerja sebagai sopir truk panggilan.

Hamimah mengaku belum pernah dikunjungi pihak pemerintah atas penyakit yang dideritanya. Baik dari eksekutif maupun dari dewan perwakilan rakyat yang ingin membantunya terbebas dari penyakit tersebut.

“Saya sekarang tidak ingin apa-apa, tidak mau minta apa-apa. Saya hanya ingin sembuh, agar bisa membantu keluarga memenuhi kebutuhan hidup. Kalau hanya begini, saya hanya menjadi beban keluarga,” ucapnya sedih.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *