Puluhan Tahun Jalan Poros Kabupaten Dibiarkan Rusak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RUSAK: Salah satu jalan poros kabupaten luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Sokobanah dan Kecamatan Ketapang luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Padahal, jalan sepanjang 10 kilometer tersebut merupakan salah satu jalan poros kabupaten.

Salah satu warga Desa Karang Anyar, Ketapang,  Hendarto mengatakan, jalan yang telah dibangun sekitar 40 tahun yang lalu tersebut, hingga kini belum dilakukan perbaikan.  “Kondisi jalan ini tidak berubah sejak saya masih sekolah dasar, sampai sekarang,” ucapnya, Rabu (8/12/2021).

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, ia menyebut banyak warga mengeluhkan kondisi jalan tersebut, terutama saat musim penghujan. Sebab, air menggenang dan menyebabkan jalan licin, sehingga rawan terjadi kecelakaan. “Sedangkan di musim kemarau, debunya banyak saat melintas,” tambahnya.

Ia berharap, pemerintah dapat memasukkan jalan tersebut dalam program prioritas di tahun depan. Sebab, jalan itu juga menjadi akses penting mobilitas warga sekitar. “Setiap tahun kami sudah sampaikan ke pemerintah, namun hingga kini jalan tersebut masih tetap dipenuhi tanah,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pemuda Karang Anyar, Thoyyib, juga berharap Bupati segera turun tangan memperbaiki infrastruktur jalan itu. Apalagi, program peningkatan infrastruktur saat ini sedang getol dilakukan oleh pemerintah.

“Pemkab harusnya bisa melihat ini dan turun tangan. Bukan hanya setahun dua tahun kami menikmati jalan rusak ini, tapi sudah puluhan tahun,” ungkap Thoyyib.

Di lain tempat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Moh. Zis menyatakan bahwa tahun depan banyak jalan yang akan dibangun. Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui apakah jalan  jalan penghubung Kecamatan Sokobanah dan Kecamatan Ketapang masuk perencanaan atau tidak.

“Kami akan sasar jalan rusak, jika tidak masuk pada anggaran APBD, bisa dibangun menggunakan DAK,” ucap Zis.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *