Puncak HSN, DPC PKB Sumenep Hadirkan KH Marzuki Mustamar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PEDULI: Rangkaian kegiatan HSN DPC PKB Sumenep santunan anak yatim.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep bakal disemarakkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan istigasah bersama. Kegiatan puncak itu  akan mengundang Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Marzuqi Mustamar.

Ketua DPC PKB Sumenep KH. Imam Hasyim menjelaskan, alasan mengundang tokoh NU itu sebagai bentuk penegasan bahwa KB dengan NU tidak bisa dipisahkan, satu rumpun yang diikat ideologi ahlussunnah wal jamaah.

Bacaan Lainnya

“Sudah seperti diketahui publik, NU dan PKB merupakan hak paten. Tidak bisa dipilah-pilah. Maka sebagai wujud PKB itu merupakan bagian dari NU, kami akan mengundang Kiai Marzuqi Mustamar Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad sekaligus Ketua PWNU Jatim,” tutur kiai asal Kecamatan Bluto itu.

Dikatakannya KH Imam, peringatan Maulid Nabi Muhammad memang sempat direncanakan pada sekitar tanggal 22 Oktober ini, berhubung jadwal Kiai Marzuki padat, maka DPC PKB Sumenep menyesuaikan dengan jadwal kosong Kiai kharismatik itu. Sehingga hasil musyawarah, puncak semarak HSN akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.

Sementara adanya tasyakuran dan istigasah bersama, KH Imam menegaskan, tujuannnya sebagai dukungan penuh terhadap pemerintah pusat yang menyetujui atau menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Di dalamnya mengatur dana abadi pesantren.

Terkait dana abadi pesantren diatur dalam Pasal 23 ayat (1) Perpres Nomor 82 Tahun 2021. Hal itu sesuai amanat Undang-undang Pesantren yang disahkan pada 2019.

Dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2021 Pasal 23 ayat (1) itu berbunyi pemerintah menyediakan dan mengelola dana abadi pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami gelar tasyakuran dengan pemotongan tumpeng nanti di puncak acara,” imbuh kiai panutan itu.

Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aengbaja Raja Bluto Sumenep itu melanjutkan, santri sudah mempunyai modal besar untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan kehidupan bangsa. Santri hari ini harus memposisikan dirinya sebagai aset di era kehidupan selanjutnya.

Santri harus mempunyai jabatan strategis dalam mengawal kebijakan, sebab di tangan santrilah terwujudnya sebuah peradaban yang baik. Santri harus terus memantaskan diri untuk kehidupan yang juga lebih baik. Apalagi dengan perpres itu santri mempunyai jaminan dan utang budi terhadap negara.

Sehingga KH Imam berharap, santri utamanya yang berada di lingkungan PKB harus mempunyai keseragaman misi dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Revolusi akhlak yang menjadi tantangan zaman harus benar-benar dihadapi dengan persiapan mental yang cukup.

“Santri harus mempunyai peran dalam roda pemerintahan dalam dunia politik dan yang lain. Karena besar harapan kami di tangan santrilah terwujudnya kesejahteraan umat,” pungkasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *