Puncak Peringatan Hari Jadi Sumenep ke-753 Ditutup dengan Beri Apresiasi Masyarakat

Uncategorized17 Dilihat

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pada puncak momentum Hari Jadi Sumenep ke-753, Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi menggelar upacara di halaman kantor Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep, Senin (31/10/2022). Kemudian dilanjutkan dengan beragam apresiasi kepada masyarakat berprestasi di Sumenep.

 

Menjadi konsep rutin setiap peringatan Harjad Kota Keris ini, di sepanjang upacara berlangsung, bahasa yang digunakan adalah bahasa Madura, yang peranannya sebagai bahasa ibu sekaligus pemersatu orang Madura.

 

Seluruh petugas upacara, mulai pembawa acara, komandan upacara, hingga amanat inspektur upacara, menggunakan bahasa Madura. Selain itu, seluruh peserta upacara yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) memakai pakaian adat Sumenep.

 

Seragam itu berupa kebaya hitam bagi perempuan dan beskap hitam bagi laki-laki. Untuk pakaian bawahan, mengenakan kain panjang batik khas Sumenep. Sedang untuk bupati, wakil bupati, dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) mengenakan baju warna biru. Masyarakat umum menggunakan batik tulis khas Madura.

Baca Juga :  Dinsos PPPA Sampang Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

 

Dalam sambutannya, Ra Fauzi mengatakan, puncak rangkaian kegiatan adalah digelar upacara dan pemberian hadiah kepada seluruh lapisan masyarakat yang berprestasi, mulai level daerah hingga level nasional, bahkan internasional. Salah satunya terbaik dewa wisata di Indonesia.

 

“Ini ada wujud syukur kami, bagaimana terus bersama-sama, bahu membahu dengan seluruh elemen guna mewujudkan pembangunan di Kota Keris ini,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu, Senin (31/10/2022).

 

Suami Nia Kurnia Fauzi menambahkan, perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep adalah momen milik semuanya, bukan hanya pemerintah daerah. Karena itu, pihaknya memang melibatkan masyarakat untuk bersama-sama merayakan Hari Jadi Sumenep.

 

“Terbukti itu tadi cukup ramai dan meriah. Ini berarti masyarakat bisa menghargai pondasi yang telah dibangun para pendahulu kita,” imbuhnya.

 

Dia memjelaskan, upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep benuansa budaya lokal, khususnya menggunakan bahasa Madura ini. Maksud dari gelaran ini adalah untuk mengingatkan bahwa masyarakat mempunyai bahasa ibu, yakni bahasa Madura yang perlu dilestarikan agar tidak punah.

Baca Juga :  100 Orang Dikabarkan Meninggal dalam Kericuhan Usai Pertandingan Arema Vs Persebaya

 

“Masyarakat harus mempertahankan bahasa Madura dengan mewariskan kepada generasi muda. Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk melestarikan budaya lokal termasuk bahasa Madura,” ucapnya.

 

Menjadi lebih meriah dan bernuansa baru, pada pelaksanaan upacara Hari Jadi Sumenep menampilkan tarian tradisional Sumenep yang ditampilkan oleh ratusan anak-anak pendidikan usia dini (PAUD).

 

Selain itu, juga ada penampilan busana etnik dari para pemenang festival busana etnik ‘Pelangi di Sumenep’ yang digelar dalam rangkaian pesta rakyat pekan lalu

 

Reporter: Moh Razin

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *