PUPR-DLH Bantah Sampah Jadi Penyebab Banjir

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) Bantah Sampah Jadi Penyebab Banjir

Kabarmadura.id/Pamekasan–Banjir yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Pamekasan, diasumsikan oleh sebagian pihak disebabkan oleh faktor sampah. Namun hal itu dibantah oleh  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir, Rabu (26/2/2020) kemarin.

Pihaknya menegaskan, banjir yang terjadi di Kabupaten Pamekasan bukan disebabkan oleh sampah, akan tetapi disebabkan oleh lubang serapan atau infiltrasi yang sudah rusak karena penebangan dan galian C yang tidak terkendali.

Bacaan Lainnya

Selain itu, banjir juga juga disebabkan oleh sedimentasi di sungai dan saluran primer sekunder dan saluran trotoar yang tidak pernah dibersihkan, dan juga karena rekonstruksi itu terbatas dilakukan.

“Saya tegaskan banjir di Kabupaten Pamekasan 100 persen bukan karena sampah,” tegasnya.

Seandainya karena sampah lanjut Jabir, maka pihaknya memastikan banjir di Kabupaten Pamekasan bisa terselesaikan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. Sebab menurutnya, jika terjadi sumbatan di gorong-gorong bisa dilakukan evakuasi oleh satu hingga dua orang dan itu hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Diungkapkannya, jika terjadi sumbatan di saluran terbuka atau trotoar bisa diselesaikan dengan mudah. Jika terjadi hambatan di jembatan-jembatan kaki seribu bisa dengan menerjunkan sepuluh personil, maka dalam hitungan jam bisa teratasi.

“Andai kata karena sampah, maka saya pastikan bisa teratasi dengan cepat,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Cahya Wibawa. Menurutnya, banjir di Kabupaten Pamekasan secara mendasar disebabkan oleh curah hujan yang sangat besar yang menyababkan genangan air.

Selain itu, dirinya mengklaim jika banjir juga disebabkan karena kondisi air laut yang sedang pasang, sehingga membuat air sungai semakin tinggi. Namun demikian, dirinya tidak menampik banjir yang terjadi juga disebabkan sedikitnya pohon-pohon dan daerah serapan yang bisa menyerap air.

“Selain itu karena kondisi hulu cenderung air sedikit yang tertampung oleh areal resapan air karena sedikitnya pohon-pohon yang bisa menyerap air,” pungkasnya. (km53/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *