PUPR Janjikan Pembangunan Jembatan Selesai dalam 60 Hari

  • Whatsapp
(KM/TAUFAN ZAIRINSYAH) DIPERBAIKI: Proses perbaikan jembatan roboh di Desa Dabung, Kecamaran Geger, Bangkalan.

Kabarmadura.id/Bangkalan– Jembatan penghubung yang putus beberapa waktu lalu mulai diperbaiki. Jembatan yang putus itu berada di Desa Dabung, Kecamatan Geger. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangkalan menargetkan, proses pengerjaan jembatan akan selesai dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Kepala Dinas PUPR Taufan Zairinsyah menuturkan, pengerjaan jembatan Desa Dabung, Kecamatan Geger itu dilakukan oleh CV Modern yang ditunjuk langsung untuk menangani proyek tersebut. Di mana untuk perbaikan jembatan tersebut dianggarkan Rp452 juta.

“Untuk Surat Perintah Memulai Pekerjaan (SPMK) sudah dimulai tanggal 17 Maret Senin kemaren. Hari ini dimulai pekerjaan dengan pembersihan lokasi dan persiapan pondasi jembatan,” ujarnya, Minggu (22/3).

Sementara itu, untuk jembatan lain yang juga mengalami kerusakan hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan, saat ini masih tahap proses pengajuan anggaran.

“Untuk Jembatan di Desa Tlokoh, Kecamatam Kokop masih proses pengajuan di keuangan. Anggaran yang kita ajukan sebesar Rp200 juta,” terangnya.

Anggaran keduanya, kata Taufan, diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari dana tak terduga.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Suyitno menyampaikan terimakasih kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati karena pekerjaan bisa lebih awal dari waktu yang direncanakan. Namun, dengan curah Hujan yang cukup deras, ia berharap, maksimal wakti 60 hari jembatan sudah selesai.

“Diselesaikan sesegera mungkin sehingga bisa dgunakan.Karena jembatan ini bukan hanya meghubungkan antardesa tetapi juga antarkecamatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, yang tidak kalah penting adalah kualitas jembatannya juga harus betul-betul diperhatikan. Suyitno berharap, RAB yang ada mampu memperhatikan kondisi tanah yang ada disana. Di mana ketika kemarau panjang akan retak-retak dan berlubang. Namun, ketika musim hujan juga sangat licin.

“Maka pondasi di kaki-kakinya harus betul-betul kuat, sehingga bisa digunakan dalam waktu panjang. Kami yakin OPD dan konsultan sudah memperhatikan itu, tinggal pengawasan di lapangan,” tukasnya.

Untuk diketahui, kedua jembatan tersebut roboh dan rusak parah hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Sehingga, warga yang melintas harus memutar arah lebih lama untuk sampai ke desa seberang. Di mana kedua jembatan roboh karena curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir kiriman dan menerjang kedua jembatan itu. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *