PUPR Kabupaten Bangkalan Tunggu Keputusan Provinsi, Terkait Usulan Peralihan Jalan di Daerah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TIDAK JELAS: Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan Ishak Sudibyo menunggu hasil usulan ke Provinsi terkait peralihan jalan di daerah. 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan telah mengusulkan adanya pengalihan Jalan Kabupaten ke Jalan Provinsi. Namun, usulan alih status jalan di beberapa ruas tersebut, belum ada kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Ishaq Sudibyo mengaku, telah mengirimkan surat usulan tersebut. “Kemarin, sudah kami kirimkan surat yang kedua, tapi belum ada respon dari Pemprov,” ujarnya, Minggu (17/01/2021).  

Menurutnya, surat usulan ke provinsi untuk mengetahui jalan yang diusulkan tersebut sudah memenuhi syarat atau tidak. Alasan Yoyok, sapaan akrabnya, hal itu menyusul banyaknya ruas jalan kabupaten yang rusak.

“Anggaran pemkab untuk perawatan ruas jalan tersebut sangat minim. Di samping itu, saat ini di kabupaten Bangkalan tidak ada ruas jalan yang berstatus Jalan Provinsi,” katanya.

Yoyok menambahkan, sejumlah ruas jalan yang diusulkan itu sudah memenuhi standar untuk dialihkan statusnya menjadi Jalan Provinsi. “Tapi kami harus verifikasi ke provinsi dulu, apakah sudah memenuhi syarat atau tidak,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Kabupaten Bangkalan, Guntur Setiadi menuturkan, sudah mengusulkan. Namun, persyaratannya cukup ketat dan alih status jalan tersebut yang menentukan dari Provinsi.

“Sebelum ditetapkan statusnya oleh Provinsi, harus menetapkan fungsi jalan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menetapkan fungsi, minimal jalan harus memiliki lebar 6 meter. Sedangkan, target lebar jalan daerah harus melakukan pembebasan lahan. “Kendalanya, kami belum bisa membebaskan lahan untuk memenuhi syarat penetapan fungsi,” tukasnya.

Selama ini, pengajuan alih status fungsi jalan tersebut sudah  terproses. Namun, kembali lagi terkendala oleh pembebasan lahan. Diketahui, alih status jalan tersebut mulai dari Jalan Kecamatan Blega tembus Jalan Konang. (ina/ito) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *