Putus Kontrak Puluhan Relawan Covid-19 di RS Mohammad Zyn

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) DIBERHENTIKAN: Puluhan tenaga relawan wabah Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Mohammad Zyn Sampang berakhir masa kontraknya tertanggal (15/10/2021).

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Terhitung sejak 15 Oktober 2021, masa kontrak puluhan tenaga relawan Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Mohammad Zyn Sampang berakhir. Pihak RS berpelat merah itu, tidak memperpanjang kontrak para relawan yang sudah berakhir.

Sebab kasus wabah mematikan sudah melandai. Sehingga tidak lagi membutuhkan tenaga relawan. Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RS Mohammad Zyn Sampang dr. Agus Akhmadi melalui Humas RS Mohammad Zyn Sampang Siti Fatimatus Zuhriyah, Senin (18/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurunya terdapat sebanyak 23 orang relawan yang sudah tidak dipekerjakan lagi di RS tersebut. Para petugas bekerja sejak bulan Juni 2021 dengan masa kontrak awal selama lima bulan. Puluhan relawan merupakan tenaga medis dan non medis.

“Masa kontrak kerja puluhan tenaga relawan Covid-19 sudah habis dan tidak kami perpanjang, karena kasus wabah ini sudah melandai,” ujarnya.

Perempuan yang kerap kali disapa Fatim ini menjelaskan, perekrutan puluhan relawan bertujuan untuk diperbantukan dalam penanganan pasien Covid-19 di RS. Sebab beberapa bulan lalu, banyak tenaga medis dan masyarakat terpapar Covid 19 dan meninggal.

Sehingga dibutuhkan para relawan, agar pelayanan terhadap pasien Covid-19 dan non Covid-19 tetap terlayani dengan baik. “Jika tenaga relawan ini sudah tidak dibutuhkan, maka kontraknya tidak kami perpanjang, karena tenaga medis dan petugas RS yang ada relatif sudah memadai dan kasus covid-19 terus melandai,” ulasnya.

Disinggung terkait hak para tenaga relawan Fatim menegaskan, para relawan sudah mendapatkan honor yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang dimilikinya. Namun tidak menyebutkan besaran honor yang diterima oleh para relawan Covid-19 tersebut.

“Karena nominal yang diterima relawan itu tidak sama. Pada dasarnya, kami sudah memberikan honor yang besarannya disesuaikan dengan ijazah yang dimiliki pada saat mendaftar dulu, tapi untuk nominalnya tidak usah disebutkan, cukup mereka yang tahu,” tegasnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *