oleh

Quarter Tower di Lingkaran Madura United

Kabarmadura.id-Sepakbola menuntut keahlian mengolah bola melalui kaki dan juga kemampuan menyundul bola. Tinggi badan, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan duel udara untuk merebut bola melalui sundulan.

Namun, tidak semua pemain memiliki tinggi badan memiliki kemampuan mencetak gol melalui kepala. Demikian halnya dengan pemain berpostur pendek, bukan berarti mereka tidak bisa mencetak gol melalui sundulan. Itu bisa dilihat dari gol Slamet Nurcahyo ke gawang Timnas U22  dalam pertandingan ujicoba dengan Madura United beberapa waktu lalu.

Dari sisi kelincahan, pemain dengan postur pendek memiliki keunggulan dari pada pemain tinggi. Sebut saja Andik Vermansyah, Zahrahan Krangar, Gufroni Almakruf dan Slamet Nurcahyo.

Keempatnya dalah pemain yang sama-sama berpostur pendek jika dibandingkan dengan empat pemain yang bisa dijuluki “tiang suramadu” Jaimerson Xavier, Dane Milovanovic, Fachruddin W Aryanto dan Alesandar Rakic.

“Para pemain yang tinggi akan saling melengkapi dengan pemain yang posturnya lebih pendek. Karena sepakbola adalah kerjasama antar tim, mereka akan saling melengkapi satu sama lain dan perannnya sama-sama vital di posisi mainnya,” ulas Haruna Soemitro, Manajer Madura United.

Kabar Madura merangkum perbandingan para pemain menjulang seperti tiang Suramadu dengan yang berpostur pedek.

Zahrahan Krangar – Dane Milovanovic

Zahrahan Krangar dan Dane Milovanovic

Zah Rahan Krangar adalah salah satu pemain yang memiliki tinggi badan 166 cm. Tapi, kemampuannya tidak bisa diragukan lagi. Sejak bergabung dengan tim yang dijuluki Laskar Sape Kerrab, dia telah berkontribusi banyak. Untuk musim ini, pemain yang mengenakan nomor punggung 29 ini telah membukukan tigas assist.

“Tidak masalah, persaingan sektor tengah tidak selamanya hanya untuk duel atas. Satu lagi, saya sudah bisa bantu asssist banyak musim kemarin dan musim ini,” ucapnya sambil menggoda Dane Milovanovic karena perbedaan tinggi badannnya hingga 23 cm.

Dane Milovanovic sebagai pemain yang berposisi sebagai gelandang dan tinggi badannya menjulang hingga 189 cm mengaku tinggi badannya adalah keunggulan untuk memanfaatkan bola direct dari penjaga gawang atau memanfaatkan keunggulan tinggi badannya untuk berebut bola-bola atas.

“Bagus ini, bisa bantu saya untuk duel-duel di lini tengah. Karena, direct ball dari kipper itu langsung jatuh ke tengah,” kata Dane. (idy/bri)

Slamet Nurcahyo – Fachruddin W Ariyanto

Slamet Nurcahyo dan Fachruddin W Ariyanto

Selanjutnya, ada Slamet Nurcahyo yang memiliki ukuran badan, 165 cm. Gelandang yang sudah tiga musim memperkuat  Madura United ini merasa bersyukur dengan tinggi badannya. Diakui pemain bernomor punggung 10 di skuad bernama alias Laskar Sape Kerrab karena dirinya bisa memberikan yang terbaik  dengan bukti selama tiga musim terakhir selalu menjadi pilihan utama di sektor tengah.

“Bermain sepakbola tidak hanya urusan loncat atau duel udara, tapi semua aspek dilakukan, mulai dari teknik, akurasi umpan dan skill,” tutur   Slamet Nurcahyo.

Pemain lain yang sudah tiga musim bersama tim ini ialah Fachruddin W Ariyanto. Tinggi badannya berselisih 15cm dengan Slamet. Bagi pemain yang kerap disapa F26, tinggi badannya sangat menguntungkan dengan posisi mainnya sebagai bek.

“Saya bek, tuntutan pasti tinggi badan, karena akan sering berduel untuk menghalau atau menghentikan lawan dan saya senang dengan tinggi badan saya,” Fachruddin sambil menceritakan jika dulunya saat masih sekolah dasar berperan sebagai striker dengan pemain idola Alexander Del Piero. (idy/bri)

Gufroni Almakruf – Jaimerson Xavier

Gufroni Almakruf dan Jaimerson Xavier

Pendatang baru di skuad Madura United yang tinggi badannya pendek adalah penyerang sayap Gufroni Almakruf. Namun, dia memiliki kelebihan ngotot setiap bertanding. Progres saat diturunkan di uji coba melawan Timnas Indonesia U22 dan merumput kala melawan Sriwijaya FC di Palembang menampakkan kengototan dan kegesitan pemain yang biasa di panggil Roni.

“Ini sudah pemberian Tuhna. Saya yakin pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi, posisi saya sebagai winger itu tidak butuh bertubuh tinggi, lihat saja tinggi badan winger-winger Indonesia saat ini,” ulas Roni, sambil senyum saat mencoba bersanding dengan Jaimerson Xavier.

Ya, JaimerSon Xavier adalah salah satu pemain Madura United yang memiliki tinggi badan menjulang.  Saat memperkuat Persija, Jaime mencetak 7 gol yang rata-rata lahir dari sundulan kepalanya. Begitu juga dengan gol pertamanya di Madura United juga lagir melalui sundulan kepalanya  saat melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan.

“Jangan salah, saya sudah sering cetak gol lewat kepala. Karena selain loncat saya tinggi, tinggi badan ini membantu untuk duel. Beberapa gol saya di Persiaj juga lewat kepala dan kemarin saat di rumah sendiri juga heading,”  urai Jaimerson. (idy/bri)

Andik Vermansyah– Aleksandar Rakic

Andik Vermansyah– Aleksandar Rakic

Kecil tapi gesit, mungkin itulah gambara dari sosok Andik Vermansyah. Dengan tinggi badan 162 cm, Andik yang bermain di posisi winger memiliki kecepatan, kelincahan, dan akurasi umpan yang bagus. Sudah tiga assit diberikan Andik di skuad Madura United. Belum lagi, Andik juga sudah membukukan 2 gol bersama Madura United sejak bergabung.

“Dulu lihat lawan besar-besar awalnya juga mikir gimana, tapi setelah dijalani dan kami memiliki kelebihan semuanya bisa dilalui dan sekarang saya sudah bisa membuktikannya,” tegasnya.

Berbeda dengan rekan satu timnya yang berposisi sebagai target man, Aleksandar Rakic yang unggul 20 dari Andik. Sejatinya, tinggi badannya tidak terlalu berpengaruh bagi top skorer Liga 1 2018 itu, sebab gol-golnya mayoritas lahir dari kaki. Tapi, dia mengakui sangat berguna saat duel di pertahanan lawan.

“Meski gol-gol saya kebanyakan dari kaki, tapi kalau duel  bola  atas bagi striker dibutuhkan. Tahu sendiri bek pasti posturnya tinggi-tinggi,” tutupnya. (idy/bri)

 

 

Komentar

News Feed