oleh

Ra Ali; Komunikator Ulung dan Mampu Merajut Kebersamaan

Kabarmadura.id – Mampu menghadirkan inspirasi dan sukses merangkul kebersamaan adalah jiwa pemimpin ideal. Itulah tampaknya yang melekat pada diri Ketua Tim Pemenangan Pasangan Berbaur, KH Ali Wafa Subki.

TOTOK ISWANTO, PAMEKASAN

Keberhasilan pasangan Berbaur mengemban amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pamekasan tidak semulus yang dibayangkan. Banyak aral yang merintanginya. Salah satunya yang mencuat di awal-awal pencalonan Berbaur adalah isu potensi gagalnya rekomendasi dari partai pengusung.

Namun, isu tersebut berujung manis. Pasangan Berbaur secara resmi bulat diusung oleh PKB, PAN, Gerindra, dan PKS. Kesuksesan ini tidak terlepas dari sepak terjang Ketua Tim Pemenangan Berbaur, KH Ali Wafa Subki.

“Kami hanya berusaha jalin komunikasi dari hati ke hati. Alhamdulillah Allah memberi jalan yang sesuai dengan harapan bersama. Itu juga tidak terlepas dari kearifan para ketua partai politik pengusung pasangan Berbaur,” ujar Ra Ali, panggilan akrab KH. Ali Wafa Subki, dengan penuh rendah hati.

Komunikasi dengan baik menjadi alat utama Ra Ali bagi pemenangan pasangan Berbaur. Tentu tidak berlebihan manakala Ra Ali ternilai sebagai sutradara pemenangan Pemilukada Kabupaten Pamekasan tahun ini.

Tak hanya pandai dalam menjalin komunikasi, tetapi Ra Ali juga piawai dalam memberikan motivasi. Faktanya, berkat motivasi serta dukungan memberikan keyakinan terhadap pasangan Berbaur, kini masyarakat punya pemimpin baru dengan harapan baru.

“Saya hanya meyakinkan bahwa Ra Badrut dan Raja’e ini mampu memimpin Kabupaten Pamekasan lebih baik,” ucap singkat Ra Ali.

Roda politik yang digelindingkan Ra Ali terbilang gemilang. Salah satu fakta yang tidak bisa dipungkiri ialah kutukan bahwa setiap calon bupati dan calon wakil bupati yang diusung PKB selalu kalah dalam Pemilukada Pamekasan. Itu sebelum Ra Ali menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pertama, tahun 2008, PKB sebagai partai politik (parpol) pengusung pasangan Dwiatmo Hadiyanto-Supriyadi hanya memperoleh 62.817 suara atau 13,6 persen. Kemudian tahun 2013, PKB mengusung pasangan Kholilurrahman-Masduki (Kompak) dengan perolehan suara sebanyak 205.902 atau 44,46 persen.

Semuanya tumbang. Dua kali gagal, sebagai parpol pengusung, akhirnya PKB mulai mencari sosok pemimpin baru kebagai ketua DPC. Akhirnya, muncul Ra Ali sebagai Ketua DPC PKB yang mampu mengusung kesuksesan pasangan Berbaur menjadi bupati-wabup terpilih dengan perolehan 257.738 suara, menang telak 228.596 suara atas kompetitornya, pasangan Kholifah.

”Memang kami akui, dari dulu (2008, red) kami belum pernah berhasil mengantarkan kandidat yang kami usung melenggang ke pendopo. Baru kali ini kami bisa mengantarkan pasangan kami (Berbaur, red) memenangkan kontestasi Pemilukada Pamekasan tahun ini,” paparnya.

Pihaknya berharap pasangan Berbaur bisa membawa perubahan lebih baik bagi Pamekasan. Menurutnya, kemenangan ini merupakan keinginan masyarakat, kemenangan masyarakat Pamekasan.

“Sebab kami menilai masyarakat betul-betul menginginkan perubahan berbagai sektor ke arah yang lebih baik. Semua juga tidak lepas dari jerih payah dan upaya semua pihak pendukung hingga simpatisan Berbaur, ulama, tokoh, pendukung, hingga partai pendukung,” tegasnya.

Tak hanya mampu memberikan motivasi terhadap pasangan Berbaur, tetapi Ra Ali juga peduli terhadap anak jalanan. Berkat motivasinya, dua anak jalanan yakni Moh. Elman dan Faridi saat ini sukses menjadi dosen.

“Saran Ra Ali, saya harus lebih fokus di akademisi. Alasannya, kalau akademisi lebih intens dan serius. Karena gerakan jalanan sudah pernah dilakukan. Alhamdulilah setelah saya jalani memang terbukti. Motivasinya cukup membangun,” tutur Elman.

Hal senada diungkapkan Moh. Faridi. Menurutnya, motivasi yang diberikan cukup membangun dan bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Sebab, efeknya tidak hanya dirasakan secara personal, melainkan berdampak positif terhadap kehidupan bermasyarakat.

“Selalu mengajak teman aktivis ke jalur profesional. Sehingga, perubahan yang diharapkan bisa terarah. Berkat masukan beliau, banyak teman-teman aktivis mengisi posisi penting dalam perubahan masyarakat. Semisal lembaga penelitian, pemberdayaan, dan sosial,” responnya dengan nada bangga.

Bahkan, tegas Faridi, selain ahli memberikan motivasi, langkahnya juga mampu menciptakan banyak membuka ruang kerja kepada para aktivis dan masyarakat. Sehingga, banyak kalangan muda memilih untuk melakukan perubahan konkret demi mengubah masyarakat Pamekasan ke arah yang lebih hebat dan sejahtera.

“Tugas kita sekarang adalah bagaimana pemerintahan Berbaur ini yang sudah dilantik dengan visi-misi dan program-program prioritasnya harus terealisasi sebagai bukti awal bahwa pemimpin baru harapan baru bisa diwujudkan di Kabupaten Pamekasan,” beber Ra Ali.

Menurutnya, realisasi program-program prioritas itu tidak bisa tidak kecuali bupati dan wakil bupati punya keinginan dan cita-cita yang kuat untuk membawa kabupaten ini maju. Serta, harapannya adalah semoga dukungan dari semua pihak di pemerintah kabupaten dan tokoh-tokoh, para kiai, para seppo ikut mendoakan mudah-mudahan selalu Pak Bupati-Wakil Bupati mendapat lindungan, rahmat, ma’unah Allah Swt.

“Sehingga, dapat menjalankan program-programnya dan membawa kabupaten ini ke arah yang lebih baik. Tentunya dukungan dari masyarakat, semua pihak, partai politik, unsur-unsur lain yang dapat menciptakan perubahan di masa yang akan datang tetap diharapkan. Ini adalah bukti nyata bahwa persaudaraan, persataretanan adalah segalanya,” tukasnya. (nam)

Komentar

News Feed