Ra Fuad Berpesan Agar Ra Amin Imron Tidak Menikah Lagi

  • Whatsapp
R IMRON AMIN: Anggota DPRRI Dapil Jatim 11 (Madura) dari Partai Gerindra.

Kabarmadura.id-Lahir dari keluarga kalangan ulama terpandang. Tak heran jika wafatnya  Ra Fuad atau RKH Fuad Amin Imron ini, membuat banyak masyarakat merasa kehilangan.

Sebagai keturunan Syaikhona Cholil, ulama besar asal Bangkalan, kharisma bupati Bangkalan dua periode ini jadi selalu melekat.

Ra Fuad meniti karir politiknya pada tahun 1999 dengan menjadi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 1999-2004. Belum habis masa baktinya di Senayan, dirinya terpilih menjadi bupati Bangkalan periode 2003-2007. Saat itu, pemilihan masih dilakukan anggota DPRD Bangkalan.

Pada periode berikutnya, yakni 2008-2013, cucu dari RKH. Kholilurrahman (Ra Lilur) ini, kembali terpilih menjadi bupati. Kali ini, dia dipilih langsung oleh warga Bangkalan

Setelah tidak menjabat bupati, Fuad Amin menjadi ketua DPC Partai Gerindra Bangkalan. Dari partai itu, mengantarkannya menjadi ketua DPRD Bangkalan periode 2014-2019.

Belum sempat menikmati kursi pimpinan dewan, di akhir tahun 2016, Ra Fuad tersangdung perkara korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengadilan akhirnya menjatugkan hukuman penjara selama 13 tahun.

Kabar wafatnya Ra Fuad, mengegerkan masyarakat Bangkalan. Dirinya tutup usia di umur 71 tahun dan masih berstatus narapidana.

Namun, sosok kepemimpinan almarhum RKH Fuad Amin Imron masih dirasakan oleh masyarakat Bangkalan dan keluarganya. Hal tersebut disampaikan Ra Amin Imron, adik Ra Fuad atau yang lebih dikenal dengan Ra Ibong.

Menurutnya, sosok Ra Fuad mampu menjadi guru bagi kalangan masyarakat Bangkalan. Terutama mampu menjadi penyatu bagi kaum bani Cholil di Bangkalan. Kakaknya tersebut juga mengajarkan banyak hal baik segi keagamaan, kebudayaan dan politik. Sehingga mampu mengantarkan keluarganya berkarir di dunia politik.

“Beliau adalah orang tua bagi kita semua dan guru. Mengapa saya bisa mengatakan guru, karena beliau banyak mengajarkan hal bermanfaat khususnya masyarakat Bangkalan,” katanya, Selasa (17/9).

Ra Ibong mengungkapkan, bahwa Ra Fuad banyak berpesan kepada dirinya dan keluarga agar selalu berbagi dengan masyarakat Bangkalan dan mengerjakan sesuatu tanpa pamrih, saling tolong menolong tanpa pilih-pilih.

Ajaran lain yang selalu diingat, kakaknya selalu memberikan nasihat yang baik kepada keluarganya.

“Beliau juga selalu memberikan saran ketika berbincang-bincang berdua bagaimana melangkah di masa depan. Bahkan Almarhum selalu mengingatkan pada keluarga agar bermanfaat bagi masyarakat Bangkalan,” terangnya.

Sebelum meninggal, pesan yang disampaikan kepada Ra Ibong yakni agar keluarga Bani Cholil tetap guyub dan kompak. Ra Fuad juga bercita-cita bahwa bani Cholil ini tetap bersatu dan tidak terpecah belah.

“Almarhum selalu berpesan bisa bermanfaat bagi siapapun dan meminta kepada keluarga jangan sampai ada gesekan,” paparnya.

Pesan yang selalu diingat Ra Ibong, agar dirinya tidak menikah lagi.

“Kenangannya beliau selalu mengingatkan saya agar tidak menikah lagi,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *