oleh

Ra Hasani Setuju Harga Rokok Rp100 Ribu per Bungkus

Kabarmadura.id/JAKARTA-Keinginan Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Juliari Batubaraagar harga rokok naik hingga senilai Rp100 ribu perbungkus, diamini Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hasani bin Zuber.

Menurut pria yang familiar disapa Ra Hasani ini, pertimbangan Mensos Juliari cukup masuk akal, bahwa angka perokokdari kalangan anak-anak cukup tinggi, sehingga untuk menghindarinya bisa naikkan harga perbungkusnya.

Dalam wacana yang disampaikan di webinar memperingati Hari Anak Nasional pada Senin (20/7/2020) lalu itu, Juliaro juga berpandangan bahwakenaikan harga rokok dapat meningkatkan pendapatan negara dari cukai.

Menurut legislator yang membidangi perempuan dan anak itu, langkah tersebut bagus untuk menekan jumlah perokok dari kalangan anak-anak. Sebab, anak-anak harus dijaga dari rokok yang memiliki efek samping seperti yang sudah tertera di bungkus rokok.

 

“Bagus itu kalau bisa menekan anak-anak untuk membeli rokok, saya ikut mendorong, kalau demi kebaikan,” kata wakil rakyat yang familiar disapa Ra Hasani itu, Rabu (22/7/2020) sore.

Kendati demikian, kader Partai Demokrat ini menilai, pengawasan orang tua sangat penting. Ra Hasani mengimbau kepada semua orangtua, selain menjaga kesehatan anakanya, juga harus menanamkan moralitas cikal bakal penerus bangsa itu.

“Tapi, ingat, orangtua juga punya peran penting dalam mengawasi anak-anaknya. Karena, harga yang mahal itu bisa tidak maksimal. Orangtua juga menanamkan moral baik sejak dini,” pintanya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (Riskesdas Kemenkes) tahun 2018, perokok dari kalangan anak mencapai 9,1 persen, atau 1 dari 10 anak Indonesia adalah perokok. Usia anak itu terhitung mulau umur 10 hingga 18 tahun. (idy/waw)

 

Komentar

News Feed