RA Mamak: Layanan Kesehatan di Pantura Madura Memprihatinkan

  • Whatsapp
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Muhammad bin Muafi Zaini (Ra Mamak).

Kabarmadura.id/SURABAYA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Muhammad bin Muafi Zaini menyoroti tidak adanya rumah sakit dan layanan kesehatan yang representatif di wilayah utara dan pelosok Pulau Madura.

Bahkan, wakil rakyat yang familiar disapa Ra Mamak itu menyebut, orang pantura dan pedalaman hanya tinggal menunggu waktu kematian. Sebab jauh dari rumah sakit umum dan layanan kesehatan yang representatif.

“Kesehatan misalnya juga, mana ada rumah sakit di utara, orang hanya menunggu mati saja kan kalau sakit di utara atau di Madura yang pedalaman,” ujar Ra Mamak.

Kondisi itu, kata politisi Partai Golongan Berkarya (Golkar) ini, tidak sebatas tidak adanya rumah sakit dan layanan yang reprentatif. Akan tetapi, opsi merujuk ke kota sangat sulit jika melirik infrastruktur yang kurang memadai, seperti jalan.

Setiba di jalan raya, menurut wakil rakyat asal Kabupaten Sampang itu, masih harus menggunakan transportasi pick-up, bukan ambulans yang sudah memadai.

Dalam kondisi sakit yang kritis, ditambah harus ditandu dari desa ke jalan raya, dan bisa memakan waktu sekitar satu hingga dua jam, bakal memberikan ancaman dan momok tersendiri bagi yang sedang sakit.

“Mau dibawa ke rumah sakit harus ditandu atau pakai pick-up untuk keluar dari desanya ke jalan raya saja butuh satu jam atau dua jam, sampai segitu parahnya,” jelasnya.

Selain masalah infrastruktur jalan, dia masih menemui banyak warga yang harus melintasi sungai tanpa adanya alat bantu jembatan.

“Sungai tidak ada jembatannya itu sudah biasa di Madura,” singkatnya. “Mau dirujuk pun dengan infrastruktur seperti itu kan parah,” tutup Ra Mamak. (idy/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *