oleh

Ra Mamak Siap Pasang Badan Tolak Pembubaran BPWS

Kabarmadura.id/Surabaya–Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) terus dirundung sorotan. Lantaran dinilai kurang memberikan dampak, anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Syafiudin Asmoro meminta lembaga tersebut dibubarkan.

Bahkan, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu hanya memberikan durasi satu tahun untuk dibuktikan pada tahun 2020 ini. Atau, dia mengancam akan meminta agar dibubarkan.

Pernyataan tersebut, membuat politisi Partai Golongan Karya (Golkar) asal Madura, Muhammad bin Muafi Zaini, merasa perlu pasang badan untuk melindungi BPWS tersebut. Namun, anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) ini menilai, pernyataan itu sebatas wacana, atau belum ada tindakan politik.

“Selama belum ada action politik, itu hanya statemen,” ucap wakil rakyat yang familiar disapa Ra Mamak ini kepada Kabar Madura, Selasa (7/1/2020).

Menurut anggota Komisi B DPRD Jatim yang membidangi pembangunan itu, yang terpenting bukan terpaku dengan keberadaan BPWS, namun fokus terhadap fungsi BPWS yang esensinya memberikan pengembangan terhadap wilayah Madura dan Surabaya.

Bahkan, Ra Mamak berani pasang badan jika fungsi dari akselerasi Pulau Madura itu dihilangkan.

“Fungsinya harus tetap ada, namun dipertajam. Kalau saya bukan ke lembaganya itu ada atau tidak. Itu nomor sekian, ada atau tidak itu tidak penting. Fungsinya harus tetap ada, tapi dipertajam. Saya bukan bicara setuju atau tidak setuju dibubarkan, namun jika fungsinya dihilangkan, saya orang pertama yang tidak setuju.” sambungnya.

Legislator asal Kabupetan Sampang tersebut juga tidak ingin masyarakat Madura semakin tertinggal dari masyarakat Jawa.

“Madura ini tertinggal betul dibanding Pulau Jawa, kalau kami tidak akselerasi dengan adanya Jembatan Suramadu itu dan tidak optimal, tambah tidak ada apa-apanya dibanding yang di Jawa yang infrastrukturnya sudah merambat ke mana-mana,” ucapnya.

Ra Mamak mencontohkan Kabupaten Banyuwangi yang sudah jauh meninggalkan empat kabupaten di Madura. Bahkan, dia yakin saat, jika tol sudah bersambung ke Banyuwangi, tidak menutup kemungkinan semakin meninggalkan Pulau Garam.

“Banyuwangi yang tanpa apa-apa kemarin, kini sudah sehebat itu, apalagi tol nyambung tambah jauh meninggalkan kami. Kalau Madura gini-gini saja, maka akan ditinggal lagi sama yang lain,” terangnya. (idy/waw)

 

Komentar

News Feed