oleh

Ra Mondir: Jangan Berpolitik Menggunakan Masjid

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Ketua Dewan Masjid Indonesia Bangkalan Mondir Rofi’i menegaskan, semua kegiatan boleh dilakukan di masjid, baik ibadah mahdoh dan ngairu mahdo. Namun kegiatan politik praktis menjadi pengecualian.

“Ada satu kegiatan yang tidak boleh dilakukan di masjid, agar tidak menganggu kenyamanan, yaitu urusan politik,” tegasnya.

Seluruh jemaah pengajian juga diimbau tidak mengadakan kegiatan keagamaan yang ditambah dengan aktivitas kegiatan politik praktis. Terlebih, saat ini seluruh masyarakat Indonesia sedang menghadapi bulan politik, yakni momentum pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) yang digelar secara serentak.

“Mari bapak/ibu semua jangan sampai masjid ini dijadikan tempat untuk kegiatan politik praktis, karena ini nanti akan menganggu orang yang beribadah,” imbuhnya saat  memberikan sambutan dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 H yang digelar  Yayasan Takmirul Masjid Kota Bangkalan.

Mantan wakil bupati Banglalan periode 2013-2018 itu menjelaskan, mesjid adalah kegiatan untuk ibadah, baik ibadah mahdoh ataupun ibadah ngairu mahdoh. Dengan begitu, takmir masjid tidak dilarang mengadakan kegiatan apapun, selama tidak dilarang oleh agama.

“Selain masjid ini ditempati untuk sholat, mesjid bisa juga digunakan untuk ngairu mahdoh seperti soaial ekonomi,” tuturnya .

Selain itu, tegas pria yang akrab disapa Ra Mondir itu, kebersihan masjid juga harus diutamakan. Tidak hanya harus bersih, masjid harus menampilkan keindahan dan memberi rasa nyaman.

“Kalau masjidnya indah, bersih dan nyaman ini akan memberikan stigma yang baik kepada Kabupaten Bangkalan. Masjid Agung akan menjadi rujukan orang dari luar yang datang ke Bangkalan.  Maka mari kita jaga masjid ini agar memberikan kenyamanan,” imbuhnya. (km46/waw)

Komentar

News Feed