Ragukan Kinerja Pemkab Pamekasan, SWP Ajak BPBD IKut Tangani Banjir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) BERSINERGI: Sungai Watch Pamekasan (SWP) bersama sejumlah OPD sepakat akan lakukan bakti sosial penanggulangan banjir.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Aktivis pemerhati sungai yang tergabung dalam kelompok Sungai Watch Pamekasan (SWP) mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, khususnya dinas terkait untuk melakukan aksi nyata menanggulangi  banjir di Pamekasan.

Wakil Koordinator SWP Moh. Rido mengatakan, pihaknya cukup miris melihat kondisi Pamekasan yang belakangan ini sering dilanda banjir.

Bacaan Lainnya

“Pemkab harus segera atasi ini, agar tahun depan kita tidak lagi jadi korban kerlalaian Pemkab,” tegasnya.

Pihaknya semakin  prihatin terhadap kondisi Pamekasan saat melihat sungai Semajid dan Sungai Kelowang. Sebab kedua sungai yang kerap kali menjadi sumber bencana banjir tersebut, ditemukan gundukan tanah hasil sedimentasi sungai yang dibiarkan menggunung.

Bahkan, di atas tanah tersebut ditanami kebun pisang oleh oknum masyarakat. Menurutnya, ha itu harus segera diatasi agar banjir di Pamekasan segera menemukan titik penyelesaian. Pihaknya mendorong pemkab segera melakukan kegiatan normalisasi.

Namun demikian, pihaknya mengaku prihatin terhadap kebijakan pemkab yang hanya menyisakan sedikit anggaran untuk kegiatan normalisasi sungai, yaitu sebesar  Rp900 juta. Sebab menurutnya, dengan anggaran segitu, normalisasi hanya bisa terlaksana beberapa meter saja, terlebih kegiatan tersebut dikontraktualkan.

Dengan tegas, pihaknya mengajak dinas terkait untuk bersama-sama melakukan bakti sosial untuk membabat semua tanaman yang ada  di atas gundukan tanah sedimentasi sungai itu. Tujuannya banjir di Pamekasan segera teratasi.

“Normalisasi sungai harus segera dijalankan. Meski anggarannya tidak cukup, setidaknya kita sudah berupaya,” tukasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Amin Jabir mengaku siap menemani SWP melakukan pembabatan dan pengangkisan sampah di sungai yang menyangkut di kaki Jembatan Seribu.

Agar kegiatan bakti sosial tersebut berjalan aman, pihaknya bersama beberapa pihak lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan sejumlah pihak lainnya untuk bersama-sama melakukan bakti sosial tersebut.

Hal itu menurutnya sebagai bukti bahwa pihaknya bersama sejumlah OPD lainnya benar-benar mau bekerja dan mau menyelesaikan permasalahan banjir di Pamekasan. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan agenda bakti sosial akan dilaksanakan.

“Kami sudah lakukan upaya sinergitas. Sejumlah OPD sudah kami kumpulkan, kami bersedia turun ke lapangan bersama teman-teman SWP,” ungkap Jabir.

Sementara SWP menginginkan, kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya dilakukan sekali dan tidak hanya dilakukan saat musim penghujan saja. Melainkan harus berkala hingga permasalahan sungai di Pamekasan benar-benar terselesaikan.

“Kalaupun anggaran normalisasi yang disediakan tidak memadai normalisasi seluruh sungai, kami ajak pemkab untuk bakti sosial agar masalah sungai cepat selesai,” ucap Rido. (ali/km58)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *