Rahajeng Oktavia Regina Firdaus; Bangun Jam Dua Malam untuk Belajar Demi Masa Depan

  • Whatsapp

Para pemenang adalah mereka yang bisa menaklukan rasa pesismisnya pada dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang berhasil dengan prestasi membanggakan. Hal itu cocok menjadi cerminan bagi seorang Rahajeng Oktavia Regina Firdaus sebagai Pemenang Putri Batik 2019.

KHOYRUL UMAM SYARIF, KOTA.

Haru dan Bahagia. Begitulah yang dirasakan oleh sosok pemilik paras cantik ini setelah dibobatkan sebagai pemenang Putri Batik 2019. Ia bangga karena bisa mempersembahkan sebuah prestasi yang bisa membahagiakan orang tuanya di rumah.

Ajeng, sapaan akrabnya, memang berkeinganan untuk menjadi seorang juara dalam kegiatan tersebut. Sosok yang lahir dari seorang Ayah Denie Setiawan dan Ibu Kamalia Sinta Dewi tersebut sedari awal ingin mengangkat trend memakai batik di Indonesia hingga ke dunia internasional. Pasalnya batik merupakan karya para leluhur yang perlu dilestraikan dan dibanggakan karena bisa berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat dan para pengrajinnya.

Siswa Kelas XI SMAN 1 Pamekasan memang sosok yang berprestasi. Hal itu tak lepas dari didikan orang tuanya yang tegas dan selalu mengajarkan disiplin. Yang selalu ditekankan oleh ortunya adalah agar menjadi orang yang disiplin dan menjaga sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa trik yang dia lakukan untuk mencapai beberpa prestasinya selama ini. Alumni SMPN 1 Pemekasan selalu bangun setiap pukul 02:00 WIB untuk shalat tahajjud yang diteruskan untuk belajar sampai pagi, setelah tu secara konsisten dia tidak pernah telat ketika mau berangkat ke sekolah.

“Artinya harus memanfatkan waktu dengan sebaik munkin sehingga tidak ada waktu yang sia-sia,” ungkap alumni PPA.

Kombinasi dari kedisiplinan dan semangat belajar yang tinggi telah berhasil menjadikannya sebagai sosok penuh prestasi. Adapun prestasi yang diraihnya di antaranya; Juara 1 biologi 2018 Beasiswa GO Peringkat 1,  Finalis Newron 2019 Unair, dan Finalis Phytagoras 2019.

Selain dirinya benar-benar menyiapkan pengentahuan akademisnya dia juga mengikuti beberpa organisasi sebab hal itu bisa menambah pengetahuannya. Organisasi yang dia ikuti meliputi, Marching Band SD 2014, OSN Biologi SMP 2017, OSN Biologi  SMA 2019 dan Pramuka.

Untuk batik Pamekasan wanita yang punya cita-cita sebagai seorang dokter gigi itu dia akan mempromosikan batik tulis khas Pamekasan mulai dari lingkungan keluarganya hingga bisa menembus pasar internasional.

“Saya juga akan bersama putra putri batik Pamekasan untuk melestarikan batik dan mempromosikannya,” ujarnya.

Dia berharap kepada para kaum muda Pamekasan supaya jangan malu untuk memakai pakaian batik sehingga hal itu menjadikan budaya yang dikenal oleh masyarakat lebih luas. (pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *