oleh

Raih Perhargaan, Pertanian Sumenep Jadi Percontohan

KABARMADURA.IDD, SUMENEP – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Sumenep kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian. Penghargaan itu lantaran sukses mengaplikasikan program pemerintah pusat, yakni implementasi kartu tani dalam penebusan pupuk bersubsidi.

Kepala DPTPHP Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, perhargaan itu karena Sumenep merupakan satu-satunya kabupaten yang pertama sigap dan merespon program kartu tani, yang merupakan program unggulan pemerintah pusat dalam memberikan perhatian terhadap petani.

“Mulai Maret kami sudah menerapkan kartu tani di Sumenep, ini yang menjadi nilai plus, sehingga kami kembali mendapatkan penghargaan tersebut,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Terhitung sejak tahun 2019, pihaknya sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Hal itu juga diyakini sebagai berkah usaha atau kerja sama antarelemen, terlebih dari tingkat penyuluh yang aktif membina kelompok tani (poktan).

Dengan didapatkan penghargaan tersebut, maka kabupaten paling timur Pulau Madura ini menjadi kabupaten percontohan, terlebih dari sektor pertanian. Sehingga dengan didapatkan prestasi tersebut, jelas Arif, bakal menjadi pecutan semangat untuk meningkatkan pertanian di Sumenep.

“Ini sebagai motivasi untuk lebih intensif meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian. Penghargaan ini sebagai bukti kami bekerja serius, baik program lokal maupun dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Setelah mendapat penghargaan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur (Jatim) yang menerapkan program kartu tani, maka pihaknya mewajibkan masyarakat yang belum mengantongi kartu tersebut agar segera mengurus. Sebab di tahun 2021 mendatang, segala bentuk subsidi terutama pupuk akan disalurkan melalui kartu tani.

Selain itu, kartu itu juga berfungsi meminimalisir penyalahgunaan. Sebab, ketika sudah punya kartu tersebut, maka kuota subsidi secara otomatis langsung menyasar ke setiap petani, jadi tidak melalui pihak lain.

“Sehingga kartunya jangan dititipkan ke siapa pun, termasuk ketua poktan, sebab pendistribusian pupuk melalui kartu tani,” imbuhnya.

Kewajiban mempunyai kartu tersebut, sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Sebab, jika tidak mengantongi maka jangan harap akan mendapatkan pupuk, maka kami memang sering menyampaikan ada fasilitas untuk program yang memang dari pusat itu.

“Sampai 21 November ayo segera mendaftar, sebab kalau sudah terdaftar di e-RDKK, maka akan segera mendapatkan kartu tani, dan tahun 2021, kartu tani menentukan kelancaran aktivitas bertani,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed