Ramadan Bulan untuk Mendidik Diri

  • Whatsapp
Oleh: Dr. Mohammad Kosim, Rektor IAIN Madura

KABARMADURA.ID – Sebagaimana dipahami bersama, bahwa bulan Ramadan disebut juga sebagai bulan pendidikan. Bulan Ramadan merupakan bulan bagi umat Islam untuk mendidik diri dalam berbagai sendi kehidupan.

Pertama, bulan Ramadan disebut sebagai bulan pendidikan spiritual. Mengapa? karena selama bulan Ramadan, kita dibiasakan dan dilatih menghilangkan sifat-sifat tercela dan menggantinya dengan menghiasi sifat-sifat mulia.

Di mana yang paling utama dalam spiritual adalah menghiasi kehidupan sehari-hari dengan sifat-sifat mulia, baik hubungan dengan manusia, terutama dengan Allah SWT.

Melalui ibadah puasa, kita dilatih untuk menerima total perintah Allah. Walaupun mungkin bagi orang yang tidak terbiasa berpuasa akan menjadi berat menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Kedua, puasa Ramadan disebut sebagai pendidikan sosial. Yaitu pendidikan yang mengajarkan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain. Salah satu contohnya, bagi orang yang berpuasa, dilarang untuk berkata bohong dan dilarang pula menceritakan hal-hal buruk tentang orang lain.

Artinya apa? Kita yang menjalankan ibadah puasa dilatih untuk berkata baik dengan orang lain dan berhubungan baik dengan pihak lain.

Kemudian, dalam konteks pendidikan sosial, selama bulan Ramadan kita dilatih untuk ikut merasakan kondisi orang-orang yang kurang mampu, orang-orang miskin yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sehingga dengan pembiasaan puasa selama bulan Ramadan ini, bagi mereka yang mampu dan punya harta lebih, maka dianjurkan untuk mentasharufkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu. Baik lewat zakat fitrah atau zakat mal.

Karena, selama berpuasa kita merasakan bahwa lapar itu tidak enak, lapar itu menyusahkan. Dengan begitu, kita memiliki perhatian lebih kepada warga yang miskin, terutama fuqara. Kita dianjurkan, bahkan diwajibkan mentasharrufkan sebagian harta kita kepada mereka yang kurang mampu.

Kemudian, bulan Ramadan juga dipandang sebagai pendidikan kesehatan. Kenapa? karena di luar puasa, kita sering makan dan minum tanpa kontrol. Apa yang kita sukai, bisa langsung kita makan, kapan pun dan dimana pun.

Dengan berpuasa, perut kita dilatih untuk mencegah makanan yang tidak bagus untuk tubuh selama 24 jam. Kita juga dilatih untuk menahan diri, tidak makan sebelum terbit fajar hingga adzan maghrib berkumandang.

Dengan begitu, ahli kesehatan mengatakan, selama menjalankan ibadah puasa, tubuh kita terlatih untuk sehat, karena diatur cara makan. Ada waktu khusus bagi kita untuk makan. Bahkan, di bulan Ramadan, kita dianjurkan untuk memakan makanan tertentu. Misal, buka puasa dengan kurma, dan tidak makan berlebihan selama bulan Ramadan.

Di samping itu, bulan Ramadan juga sering disebut sebagai bulan sahrul ibadah atau bulan ibadah. Karena di bulan Ramadan, Allah melimpahkan ibadah yang bisa kita lakukan. Pahalanya berlimpah.

Jumlah ibadahnya juga banyak sekali. Misalnya, shalat tarawaih yang hanya ada di bulan ramadan. Shodaqoh, zakat dan ibadah-ibadah lain yang pahalanya berlipat ganda dari bulan-bulan lain.

Artinya apa? Di bulan Ramadan kita dimudahkan oleh Allah untuk berbuat baik, untuk beribadah, tentu bagi orang yang mempunyai keinginan kuat. Karena setiap lapar yang kita rasakan di bulan Ramadan bisa melemahkan nafsu setan yang mendekatkan kepada keburukan.

Karena itu, mari kita manfaatkan betul bulan Ramadan ini untuk meningkatkan ghirah keberagamaan kepada Allah melalui berbagai variasi ibadah yang disiapkan Allah SWT dengan pahala yang sangat luar biasa.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *