oleh

Ramadan 2020 Diwarnai Wabah Covid-19 yang Tak Kunjung Sirna

Tak terasa kita sudah memasuki bulan suci ramadhan yatu bulan yang penuh dengan barokah dan bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Dimana sebelum memasuki bulan ramadhan orang-orang muslim khususnya selalu berharap dan berdoa kepada allah swt.untuk dapat berjumpa kembali dengan bulan suci ramadhan ini.

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان.

Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan romadhon.”

Itulah doa yang sering kita temui dan kita dengar sebelum memasuki bulan suci ramadhan. karena bagi umat islam bulan ramadhan adalah bulan yang dinanti nantikan. Karena di dalamnya terdapat keistimewaan- keistimewaanyang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya seperti halnya malam lailatul Qadar dimana hal ini disebutkan dalam al-qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al-Qadr.97). Dan di bulan ramadhan juga merupakan bulan dimana Alquran diturunkan di dalamnya. (QS. Al-Baqarah.2:185).dan masih banyak lagi keistimewaan keistimewaan dan kelebihan bulan romadhon yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

Rasulullah saw. Bersabda:

قد جاءكم رمضان، شهر مبارك، إفترض الله عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب الجنة، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغل فيه الشياطين، فيه لياة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم.

Telah datang kepada kalian romadhon, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kata kalian berpuasa padanya, pintu-pintu surga dibuka padanya, pintu-pintu jahim (Neraka) ditutup, setan-setan di belenggu, di dalamnya (Ramadhan) terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Barangsiapa dihalangi dari kebaikannya maka iya terhalangi.” (HR. Ahmad).

Maka dari berbagai keistimewaan inilah biasanya orang muslim menyambut datangnya bulan ramadhan ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Sebagai bukti bahwa bulan ini adalah bulanyang benar-benar dinantikan dan didambakan adanya. Ibarat akan menyambut sang tamu yang agung yang dinanti nanti kan itu akan datang menemui kita, makkah perlu kiranya kita untuk menyiapkan semua yang perlu disiapkan,tentu dengan perasaan senang hati yang amat dalam menyambut datangnya sang tamu tersebut.

Namun ironisnya di tahun 2020 ini kegembiraan dan penyambutan bulan ramadhan juga harus diselimuti oleh rasa duka dan kesedihan. Mengingat tahun-tahun sebelumnya berbagai macam penyambutan dilakukan. Tradisi yang menjadi tanda ke syukuran ini sudah mulai redup, kemudahan dan kegembiraan bulan suci ini kini mulai tidak terasa, hanya sepi dan sunyi yang menyelimuti. Maka ini menunjukkan bahwa romadhan yang akan kita jalani akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seiring pan demi wabah virus corona (Covid-19) yang tak kunjung sirna.

Kita tahu bahwa virus corona (Covid-19) sudah hampir 3 bulan melanda indonesia khususnya, sejak diumumkan nya virus ini oleh presiden indonesia. Bahkan dunia yang sudah terpapar virus ini dibuat kebingungan menghadapinya. Berbagai macam cara dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) ini. Misalnya, pemerintah memberlakukan lockdown, physical distancing atau sosial distancing, menggunakan masker, sarung tangan. Bahkan di indonesia sendiri memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pemerintah indonesia juga mengeluarkan himbauan panduan pelaksanaan ibadah ramadhan melalui surat edaran nomor 6 tahun 2020. Yang inti dari surat edaran tersebut adalah sahur, buka, puasa, sholat tarawih, tadarus alquran dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga. Adapun kegiatan lain misalnya kegiatan zakat untuk lebih disegerakanpengumpulan dan pendistribusian nya dengan memakai alat pelindung kesehatan.

Hal tersebut memang sangat membatasi kegiatan-kegiatan ramadhan yang biasanya romadhan identik dengan ibadah berjamaah. Namun demi mencegah mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Maka surat edaran tersebut harus kita lakukan dan tidak boleh diabaikan. Mengingat penyebaran virus corona yang setiap harinya terus bertambah.

Hal ini tentu menjadi kabar yang kurang baik bagi umat muslim di indonesia maupun seluruh dunia yang sangat berharap ibadah di bulan suci ini penuh dengan ketenangan, kekhusyuan, dan kegembiraan.

Walau demikian, di tengah situasi pandemi ini kita harus tetap semangat dalam menjalani ibadah romadhon ini. Sebab Ramadan merupakan Riyadhah tahunan yang mengajarkan kita untuk menjadi di jiwa yang baik dalam hubungan kepada Allah (Hablun minallah) dan baik pula hubungan terhadap sesama manusia (Hablun minannas).

Oleh sebab itu mari kita sebagai kaum muslim, senantiasa menjadikan bulan Ramadan ini sebagai refleksi untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Barangkali dengan adanya virus Corona (Covid-19) ini ni Allah ingin menguji keimanan seorang hamba-Nya untuk mengangkat derajat kita selama kita bersabar dalam menghadapi virus Corona (Covid-19) ini.

 

Oleh:

FATHORROZI

(Wakil Ketua HMPS PBA IAIN Madura)

Komentar

News Feed