Rangsang Geliat UMKM, Pamekasan Bidik Pasar Dunia

  • Whatsapp
SEMINAR: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memberikan cenderamata kepada Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia (RI) untuk Tanzania Prof. Dr. Ratlan Pardede. 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kegiatanserangkaian Hari Jadi (Harjad) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan ke-489 berjalan lancar. Bahkan, tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, pemkab menggelar seminar internasional dengan tema Opportunities and Challenges of Potential Local Products to Penetrate International Markets. 

Salah satu tujuan seminar tersebut, untuk mendongkrak geliat usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), agar mampu menembus pangsa pasar dunia.

Dalam seminar yang digelar di Mandhepah Agung Ronggo Sukowati Pamekasan, Sabtu (26/10) tersebut, Kedutaan Besar (Kedubes) Rebublik Indonesia (RI)untukTanzania Prof. Dr. Ratlan Pardede didapuk sebagai pemateri dan juga Wahyu Prihantono dari Bukalapak, serta Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Noviani Vrisvintati, serta pemateri lainnya. 

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengaku bangga dengan diadakannya kegiatan seminar internasional tersebut.  Menurutnya, kehadiran para pemateri merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menjadikan Pamekasan hebat.

“Bahagia dan senang karena para pemateri hadir untuk menginspirasi kami semua dalam mewujudkan ikhtiar yang hebat,” ujarnya. 

Badrut menegaskan, kabupaten yang dipimpinnya saat ini harus menjadi daerah yang luar biasa. Sehingga rasa optimisme terus dimiliki masyarkat, para penyelenggara pemerintahannya dan para generasi muda sebagai generasi penerus di masa depan.

“Kabupaten ini harus keluar dari kota biasa menuju kota yang luar biasa, karena kalau caranya biasa-biasa saja, tapi mengharapkan hasil yang luar biasa, itu mimpi disiang bolong,” tegasnya. 

Mayoritas fakta yang terjadi, ihktiar yang luar biasa juga belum tentu menghasilkan hal yang luar biasa, apalagi usaha yang biasa-biasa saja. Bahkan, mantan DPRD Jatim ini mengaku pernah berdiskusi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Prawansa. Dari hasil diskusi tersebut,membangun Pamekasan tidak cukup dengan akal sehat.  

“Kata Ibu Gubernur, kita ini tidak cukup dengan akal sehat mebangun provinsi, saya juga mengatakan tidak cukup dengan akal sehat membangun Pamekasan,  road map yang jelas,    sudut pandang yang jelas dengan teori yang jelas, kami harus memohon pertolongan kepada Tuhan yang maha kuasa guna meninggalkan legasi yang luar biasa di setiap tempat yang kami tempati,” tukasnya. (rul/ito/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *