oleh

Rapat Akbar Kemenpora Belum Putuskan Liga 1 Dimulai

KABARMADURA.ID, JAKARTA-Rapat akbar yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI), Rabu (20/2/2021), belum menghasilkan keputusan terkait kepastian penyelenggaraan Liga 1 2021.

Pembahasan dalamrapat tersebut memang seputar penentuan terselenggaranya kompetisi domestik Indonesia itu. Namun lantaran ada tahapan yang harus diselesaikan, sehingga kompetisi itu belum dipastikan bisa dimulai.

Pertemuan akbar itu melibatkan Kepolisian RI (Polri), Satgas Covid-19, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB).

Usai rapat tersebut, Menpora RI Zainudin Amali menegaskan, ada hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu, sehingga belum memutuskan apakah izin bisa diturunkan untuk pelaksanaan Liga 1 2021. Sejauh ini masih sebatas tahap pembahasan.

Saat ini, Polri masih mengkaji protokol kesehatan (protkes) dalam penyelenggaraan Liga 1 2021. Setelah ada hasilnya, pihaknya baru akan mengumumkan terkait kepastian penyelenggaraan Liga 1 2021.

Sebelumnya, PT. LIB telah membuat testimoni protkes dalam penyelenggaraankompetisi, mulai dari persiapan, pertandingan, presscon, perjalanandan sebagainya. Testimoni itulah yang dibawa dalam rapat besar tersebut.

“Kami belum mengambil keputusan apapun, karena nanti keputusannya setelah ini. Jadi jangan ada yang salah paham, seolah-olah kami sudah rapat, setelah rapat memutuskan, bukan,” ucapnya saat konferensi pers usai rapat besar, Rabu (20/2/2021).

Namun, Amali sempat menyampaikan, Polri telah memberikan lampu hijau,dengan catatan tidak memunculkan klaster baru penularan Covid-19 di Indonesia.

Lantaran belum jelas izin Liga 1 2021, Direktur PT. Polana Bola Madura bersatu (PBMB) Zia Ul Haq tida akan mengambil sikap dan enggan mengomentari rapat tersebut. Dia hanya menegaskan, sebagai klub, yang dibutuhkan hanya turunnya izin resmi secara tertulis dari kepolisan dan pemerintah.

“Saya konsisten, hanya menunggu izin resmi yang tertulis,” ujar pria yang familiar disapa Habib ini.

Sedangkan, pemain profesional keturunan Madura Moch Kevy SYahertian berharap, Polri bisa menurunkan izin penyelenggaraan kompetisi.

“Semoga saja bisa segera ada kompetisi, kami sudah rindu main bola,” tandasnya. (idy/waw)

Komentar

News Feed