Rapat Pembagian Fee Diyakini Tidak Terjadi

  • Whatsapp

Mantan Kepala Bapemas Bantah Terlibat

Kabarmadura.id/SAMPANG– Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Amiruddin yang pernah menjabat kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sampang tahun 2016, membantah terlibat dalam kasus penarikan fee dana desa (DD) sebagaimana dilontarkan oleh A. Junaidi, mantan camat Kedungdung yang juga mantan narapidana dalam kasus tersebut.

Bahkan, mengelak bahwa ada praktik penarikan fee dana desa pada tahun 2016 yang disetting oleh Bapemas Sampang dalam sebuah pertemuan. Namun Amiruddin mengakui terdapat rapat koordinasi bersama semua camat se-Kabupaten Sampang di ruang kerjanya.

“Tidak ada pembahasan tentang penarikan fee DD saat itu, dalam pertemuannya murni membahas tentang progres kerja dan administratif pekerjaan dinas,” kelitnya.

Dia juga mengaku tidak mengetahui ada organisasi paguyuban camat kala itu. Yang diketahui hanyalah Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang dipimpin Abdullah Hidayat yang kini menjabat wakil bupati Sampang.

Kendati demikian, pihaknya mengakui turut diperiksa jaksa penuntut umum (JPU) soal penyetoran fee DD dalam sidang terkait perkara tersebut di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

“Dua kali saya dipanggil, pertama di Polda Jatim yang kedua di Pengadilan Tipikor Surabaya, saya sudah berkata apa adanya, bahwa tidak ada penarikan fee DD,” tambahnya.

Sementara itu, A. Junaidi mengatakan bahwa ada penarikan sebesar 7,5 persen dalam pencairan DD yang dilakukan secara terstruktur, 4 persen untuk camat, sedangkan 3,5 persen untuk kabupaten, namun dalam proses persidangan fakta tersebut tidak diungkap.

“Awalnya Polda Jatim mengatakan di media akan adanya tersangka baru, tapi hingga kini pernyataan itu lenyap hingga proses sidang selesai,” katanya.

Pihaknya mengaku akan terus memperjuangkan fakta tersebut untuk mencari kebenarannya, terlebih paguyuban camat tersebut nyata dan alur penarikan fee DD pada tahun 2016 tersebut terstruktur.

“Semua camat saya rasa tahu tapi pura-pura tidak tahu menahu,” tegasnya.

Sekedar diketahui, terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di halaman Bank Jatim Cabang Sampang pada 5 Desember 2016 silam. Saat itu, terjadi pencairan DD yang diduga sedang disunat untuk dibagi-bagi ke sejumlah pihak sebagai fee.

Dalam OTT itu, petugas mengamankan barang bukti uang senilai Rp1,5 miliar. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka hingga divonis oleh pengadilan. Keduanya yaitu Kasi PMD Kecamatan Kedungdung Kun Hidayat (almarhum) serta Camat Kedungdung Ahmad A. Junaidi yang ditetapkan tersangka dari hasil pengembangan kasus tersebut. (awe/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *