oleh

Rasiman Ungkap Dua Versi Penyebab Perselisihan Wasit vs Greg

Kabarmadura.id-Madura United kembali menuai hasil minor. Kali ini dipaksa mengakui keunggulan tamunya, Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di kandang sendiri, Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Senin (2/12/2019) malam.

Sejatinya, Madura United sempat unggul 2-1 melalui sepasang gol Aleksandar Rakic (53’) dan Alberto Goncalves (60’). Sedangkan gol pertama Persebaya Surabaya lahir dari kaki striker asingnya, David da Silva (16’).

Saat pertandingan memasuki menit ke-79, Kapten Madura United Greg Nwokolo terjadi insiden dengan wasit utama, Musthofa Umarella. Buntut dari insiden tersebut membuat Greg terganjar kartu merah langsung.

Pasca pertandingan, Pelatih Madura United Rasiman menanyakan kejadian sesungguhnya dengan wasit. Kata Greg, hanya sebatas ingin protes atas keputusan wasit.

Selain menanyai Greg, Rasiman juga menanyakan kepada Umarella. Menurut pengakuan wasit, mendapat serangan hingga bibirnya pecah.

“Kalau Greg, katanya dia hanya protes nyenggol, tapi wasit menyatakan bahwa dia ditanduk. Ditanduk dan tertanduk kan beda. Dia menyatakan bahwa itu ditanduk dan menyatakan bahwa bibirnya pecah,” cerita Rasiman di depan awak media.

“Mungkin hanya berusaha protes, mungkin kepala nyenggol saya tidak tahu. Rasanya berat keputusan kartu merah langsung ya. Karena, mungkin hanya insiden, tapi wasit menyatakan penyerangan. Ini kan dua hal yang berbeda,” lanjutnya.

Melihat Greg yang melakukan protes terhadap wasit, Rasiman memakluminya, sebab striker naturalisasi berdarah Nigeria itu berposisi sebagai kapten tim setelah menggantikan Slamet Nurcahyo di menit 54.

“Karena dia protes dengan semangat, jadinya tersenggol, dan itu haknya Greg melakukan protes, karena dia kapten  tim. Mungkin, itu wasit yang tidak lihat karena Greg itu kapten, dia berhak melakukan protes. Mungkin protesnya dirasa berlebihan dan wasit merasa tertanduk,” terang Rasiman.

Setelah Madura United hanya bermain dengan 10 penggawanya, Persebaya Surabaya yang masih fullteam dengan 11 pemain memanfaatkan kondisi itu dengan menyerang habis-habisan.

Hasilnya, tim berjuluk Bajul Ijo ini mampu menyarangkan sepasang gol yang membuat skor berbalik menjadi 3-2. Masing-masing, gol terjadi di menit 83 melalui kaki David da Silva dan menit ke-88 melalui Irfan Jaya.

“Kami main 11 lawan 10 orang, saya rasanya sulit, memang sulit kalau dalam kondisi seperti itu, meskipun sudah mempersiapakan plan A, B, atau apa itu,” tandasnya. (idy/waw)

Komentar

News Feed