oleh

Ratusan Desa di Madura Masih Berstatus Tertinggal

Kabarmadura.id/SUMENEP-Tahun 2019, masih terdapat 100 desa tertinggal dari 330 desa yang berada di Sumenep. Meskipun demikian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Mohammad Ramli menyebut, angka itu turun dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Sumenep tahun 2018, desa tertinggal mencapai 175 dan pada tahun  2019 mencapai 100 desa. Kendati begitu, sampai tahun ini belum ada desa berstatus mandiri (rincian lengkap di grafis).

Padahal sebelumnya, seperti disampaikan Direktur Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa  Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PUED Kemendes PDTT) Nugroho Setijo Nagoro mengungkapkan, secara wilayah, Sumenep tidak masuk kategori daerah tertinggal, sehingga peringkatnya di atas Sampang dan Bangkalan.

Akan tetapi, diihat dari banyaknya desa maju dan berkembang, Sampang dan Bangkalan lebih baik dibanding Sumenep, padahal dua kabupaten yang berada di bagian barat Madura tersebut masuk kategori tertinggal.

“Ini yang aneh bagi saya, perlu dikaji lebih lanjut, mengapa bisa demikian,” ungkapnya di depan para audiens saat menyampaikan materi seminar di aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH Bahaudin Mudhary (STIEBA Madura), Sabtu (6/7).

Terkait dengan pernyataan tersebut, Ramli tidak berani berkomentar banyak, terlebih karena dia tidak mengetahui data riil dari kedua kabupaten tersebut.

“Yang penting begini, kita tiap tahun ini ada pendataan indeks desa membangun, variabel yang kita pakai. Saya kurang tahu peta kabupaten tertinggal dan semacamnya itu, kapasitas saya di DPMD adalah tentang status desa,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (11/7).

Namun dari data yang dihimpun Kabar Madura, hanya Bangkalan yang lebih baik dalam hal jumlah jumlah desa berkategori berkembang. Sebab jika dibandingkan Bangkalan di tahun 2018, Sumenep kalah dalam hal julah desa berkembang, namun menang dalam hal jumlah desa maju.

Berdasarkan keputusan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nomor 52 Tahun 2018 yang dirilis Bappeda Bangkalan, terdapat 107 desa berstatus berkembang dan terdapat 4 desa berstatus maju di Kabupaten Bangkalan.

Sementara di Sumenep, jumlah desa berkategori berkembang sebanyak 120 dan yang berkategori maju sebanyak 17 desa.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Sampang, pada tahun 2018, Sumenep masih lebih baik. Baik dalam hal jumlah desa kategori berkembang maupun maju.

Sebab, dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang tahun 2018, sebanyak 75 desa berstatus berkembang dan hanya 7 desa berkategori maju,

Namun pada jumlah desa sangat tertinggal yang juga di tahun 2018, Sumenep kalah dari Bangkalan karena memiliki 18 desa, sedangkan Bangkalan hanya memiliki 7 desa, lalu Sampang juga memiliki 18 desa.

Sementara status desa tertinggal yang dimiliki Sumenep masih kalah dari Sampang dan Bangkalan, karena memiliki 175 desa, sedangkan di Kabupaten Sampang hanya sebanyak 80 desa dan Bangkalan sebanyak 155 desa. (mad/waw)

 

Komentar

News Feed