Ratusan Guru Pensiun Tahun Ini, Disdikbud Kelimpungan Cari Pengganti

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ZUBAIDI) SEMANGAT: Saat guru sedang mengajar anak didiknya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Ratusan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan akan pensiun tahun ini. Sehingga diperkirakan ada banyak posisi tenaga kependidikan (tendik) yang akan mengalami  kekosongan.

Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini membenarkan bahwa banyak pegawai di lingkungan disdikbud yang pensiun. Sehingga, beberapa posisi seperti kepala sekolah, pengawas, dan guru juga banyak yang kosong.

Bacaan Lainnya

”Di tahun 2021 ini, banyak yang pensiun dan terbagi di beberapa posisi; seperti posisi guru yang paling banyak,” terangnya, Rabu (11/8/2021).

Dia menambahkan, sekitar 20 pegawai akan pensiun setiap bulannya. Sehingga disdikbud harus menyiapkan langkah khusus untuk mengisi kekosongan yang ada.

Tercatat sebanyak 246 guru di bawah naungan disdikbud yang masuk dalam daftar pensiun di tahun 2021.

”Kami harus memaksimalkan potensi yang ada sehingga bisa mengatasi hal tersebut,” imbuhnya.

Beberapa langkah seperti melakukan rekrutmen kepala sekolah dan pengawas sekolah sudah dicanangkan. Zaini juga mengaku, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya dalam mengatasi kekosongan tersebut.

”Ini tantangan bagi kami bagaimana mencari solusi di tengah kondisi tersebut,” sambungnya.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan (Tendik) Halidy mengatakan, kekurangan guru paling banyak dialami oleh beberapa sekolah dasar di Pamekasan. Seperti guru Pendidikan Agama Islam (PAI), pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, dan guru kelas.

Sementara itu, menurut Halidy, untuk guru di tingkat SMP masih relatif banyak, bahkan lebih. Sehingga pihaknya lebih memfokuskan terhadap beberapa potensi yang ada di SD untuk mengatasi kekurangan tersebut. “Paling banyak kekurangan di tingkat SD memang,” paparnya.

Halidy mengakui, adanya CPNS 2021 juga belum tentu bisa mengisi kekosongan  pegawai yang dibutuhkan di lingkungan disdikbud. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan banyaknya guru, kepala sekolah, dan pengawas yang telah pensiun di tahun 2021.

”Kita butuh banyak, tapi untungnya sekarang juga ada PPPK, semoga bisa terisi,” jelasnya.

Saat ini, Halidy mengaku, telah melakukan beberapa langkah dalam mengatasi kekosongan tersebut, salah satunya dengan memaksimalkan Guru Tidak Tetap (GTT) yang ada di Pamekasan. (bai/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *