oleh

Ratusan Juta Hingga Miliaran Rupiah Pengelolaan Anggaran di RSUD dr. Moh. Zyn Tidak Jelas

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Ketidak transparanan mengenai anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Kabupaten Sampang, tidak hanya terjadi pada satu sektor. Akan tetapi, juga terjadi di beberapa pengelolaan anggaran.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, melalui laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) terdapat sejumlah pengelolaan tidak rinci dan bersifat gelondongan. Di antaranya,  belanja darah mencapai Rp2,3 miliar selama setahun. Pengadaan kaos seragam olah raga mencapai Rp600 juta lebih.

Kemudian, penganggaran belanja air selama setahun mencapai Rp840 juta selama setahun. Bahkan, beberapa indikasi kejanggalan juga ditemukan pada rencana kerja dan anggaran (RKA) APBD 2021. Di dokumen tersebut, tercatat ada belanja alat kesehatan senilai Rp5 miliar. Namun, tidak disebut jenis pengadaan dan bentuk alat yang akan dibeli.

Di dokumen yang sama, ada pengelolaan anggaran senilai Rp60 miliar. Namun, tidak dirincikan peruntukan anggaran yang cukup fantastik tersebut. Hanya saja, disebut tentang pengadaan alat kesehatan. Padahal di RKA, pengelolaan anggaran harus rinci peruntukanya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengaku, memang banyak kejanggalan dalam pengelolaan keuangan di internal RDUD dr. Moh. Zyn. Bahkan, diakui jika di RKA saja tidak terperinci peruntukannya. Padahal, RKA di semua instansi rinci pengelolaannya, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Ini salah satu yang lepas dari kontrol kami saat pembahasan. Sebab, RSUD memang tidak menyodorkan peruntukan anggaran secara rinci. Ternyata, di RKA juga masih tidak rinci dan tidak transparan,” ujarnya, Selasa (2/3/2021).

Dia juga membenarkan, jika di RKA rumah sakit yang berada di bawah naungan badan layanan umum daerah (BLUD) terdapat penganggaran senilai Rp60 miliar. Namun, tidak ada ada rincian pembelanjaan.

Pihaknya mengaku, sempat menanyakan rincian kembali pasca pembayaran. Namun sampai saat ini, selain RKA yang tidak terperinci, tidak ada dokumen lain yang diserahkan rumah sakit ke DPRD. “Tercatat jika anggaran pengadaan darah di RSUD dr. Moh. Zyn mencapai Rp2,3 miliar. Jadwal kontrak dan penyedia dimulai sejak bulan Januari 2021,” paparnya.

Direktur RSUD dr. Moh. Zyn Sampang, Titin Hamidah kembali tertutup. Saat berusaha dikonfirmasi, pihaknya meminta bertemu di rumah sakit. Namun saat berusaha ditemui meja kerjanya enggan memberikan keterangan. (man/ito)

 

Komentar

News Feed