Ratusan Kendaraan Dinas di Sampang Tidak Taat Pajak

(FOTO: KM/SUBHAN) TERABAIKAN: Ratusan unit aset kendaraan milik Pemkab Sampang belum mematuhi ketentuan perpanjangan pajak kendaraan.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Ratusan aset kendaraan roda dua dan roda empat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang diketahui tidak taat membayar pajak kendaraan. Mirisnya, sejumlah kendaraan berpelat merah itu terancam hilang, lantaran dibawa oleh pejabat lama dan tidak kunjung dikembalikan hingga saat ini.

Awalnya, jumlah kendaraan yang tidak membayar pajak tahunan sebanyak 196 unit. Namun saat ini, jumlahnya berkurang menjadi 153 unit. Sebab sebagian sudah dibayar pada akhir tahun kemarin. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Aji Waluyo melalui Kasi Lalu Lintas Jalan Khotibul Umam, Senin (3/1/2022).

Menurutnya upaya pemeriksaan kendaraan dinas, lantaran adanya laporan dari Unit Pelaksana Teknis Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (UPT Bapenda Jatim) wilayah Kabupaten Sampang. Hasil pemeriksaan itu menyatakan, banyak kendaraan pelat merah yang nunggak pajak.

Bacaan Lainnya

“Bahkan ada empat unit kendaraan dinas yang belum diketahui keberadaannya, lantaran dibawa oleh pejabat lama. Yakni, kendaraan di Kecamatan Robatal, Karang Penang masing-masing satu unit dan di Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang dua unit. Insyallah dalam waktu dekat ini, kami akan melaporkan dan bersurat secara resmi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengambil kebijakan terkait persoalan ini,” ucapnya.

Sedangkan rincian kendaraan yang nunggak meliputi, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) 76 unit. Namun saat ini, sudah tersisa 26 unit. Sebab sebagian sudah dibayar. Selain itu, sejumlah kendaraan plat merah yang dipegang oleh pemerintah desa dikhawatirkan terancam hilang.

Sebab hanya tercatat dua kecamatan yang  taat membayar pajak. Yakni, Kecamatan Tambelangan dan Jrengik. Sedangkan aset kendaraan lain yang berada d i pemerintahan desa masih amburadul.

“Karena pada waktu pemeriksaan di lokasi, sebagian kendaraan tidak ada barangnya, hanya data yang disodorkan. Penyebabnya banyak kendaraan pelat merah yang menunggak pajak tahunan itu, lantaran tidak dianggarkan oleh dinas terkait, melainkan para pemegang kendaraan yang diwajibkan untuk bayar pajaknya sendiri.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Bambang Indra Basuki, belum bisa dimintai keterangan terkait adanya ratusan aset kendaraan yang nunggak pajak dan sejumlah kendaraan yang dibawa oleh pejabat lama. Berkali-kali dihubungi melalui jaringan selulernya belum ada respon.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.