oleh

Ratusan Pasien Covid-19 Pamekasan yang Isolasi Mandiri Rentan Melanggar

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Data sebaran pasien terinfeksi Covid-19 di Pamekasan per 19 Juli 2020 terakumulasi sebanyak 203 orang.Dari jumlah tersebut, 90 pasien dinyatakan sembuh dan 25 orang meninggal dunia. Sejauh ini, terdapat 119 pasien yang diberi kesempatan perawatan isolasi mandiri di rumahnya.

Saat ini, hanya 15 pasien terinfeksi Covid-19 yang dirawat di dua rumah sakit di Pamekasan, yakni Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Slamet Martodirdjo (RSUD SMart) dan Rumah Sakit Umum Moh. Noer (RSMN). Sedangkan ruang isolasi digedung Islamic Center Pamekasan sudah tidak merawat pasien.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart Pamekasan Syaiful Hidayat mengungkapkan, saat ini pihaknya merawat 14 orang pasien, 13 terinfeksi Covid-19 dan satu di antaranya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kalau di sini kami masih merawat 14 orang pasien. 13 positif dan satu PDP. Sisanya di tempat lain,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSMN Pamekasan Mokh. Mukhlis mengungkapkan, saat ini pihaknya merawat tiga orang pasien. Dua orang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 dan satu di antaranya berstatus PDP.

Sebagai dokter yang juga ikut menangani pasien di RSUD Waru,rumah sakit di Kecamatan Waru itu baru saja memulangkan satu pasien terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.Dengan begitu, RSUD Waru tidak sedang merawat satupun pasien Covid-19.

Namun pihaknya terus memantau pasien yang dipulangkan. Bahkan, pasien diharuskan melaporkan kondisi kesehatannya secara berkala pada pihak rumah sakit. Itu berlaku bagi pasien yang sebelumnnya dirawat di RSMN.

Sama dengan RSUD Waru, Islamic Center yang sejak beberapa bulan terakhir difungsikan sebagai tempat observasi pasien Covid-19, saat ini tidak ada pasien yang dirawat di sana.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Nanang Suyanto.

“Kalau yang pernah dirawat di sini kami terus lakukan pemantauan. Tidak kami biarkan begitu saja. Mereka harus lapor secara berkala,” tukasnya.

Nanang menyebut, dari seluruh sebaran pasien Covid-19 di Pamekasan, terdapat 119 orang yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Ratusan orang tersebut dipantau oleh oleh tim dari puskesmas terdekat.

Pemantauan pasien dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan mengujungi rumah pasien atau dengan melalui telepon dan media komunikasi lainnya. Namun dia mengaku tidak tahu seberapa sering pemantauan puskesmas ke rumah pasien.

Kendati begitu, imbuh Nanang, mayoritas pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya merupakan pasien dengan gejala ringan atau tinggal menunggu hasil swab negatif. Menurutnya, ketidakkedisplinan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan menjadi faktor utama tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Pamekasan.

“Dipantau oleh puskesmas tempat domisili. Kami berikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya protokol kesehatan selama isolasi mandiri,” ulasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed