Ratusan Pedagang di Sampang Demo Tolak Srimangunan Jadi Pasar Modern

News, Headline67 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Ratusan pedagang di Pasar Srimangunan mendatangi Kantor Bupati Sampang, Kamis (24/8/2023). Mereka melakukan aksi demonstrasi karena kecewa terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang yang akan merelokasi pedagang di Pasar Srimangunan ke Margalela.

Tidak hanya itu, kekecewaan pedagang tambah memuncak setelah satu hari sebelumnya Satpol PP Sampang menggusur paksa lapak pedagang yang berada di kawasan Pasar Srimangunan, tepatnya di Jalan Sikatan dan Cendrawasih.

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sampang Moh. Iksan Budiyono mengatakan, aksi ini merupakan reaksi dari para pedagang karena suaranya tidak didengarkan terkait relokasi. Padahal, pihaknya sudah melakukan audiensi ke DPRD dan disepakati bahwa relokasi akan ditunda hingga menunggu hasil kajian dengan semua stakeholder terkait.

“Kami merasa terintimidasi dengan adanya lapak permanen yang digusur di kawasan Jalan Sikatan. Kami menilai itu bentuk intimidasi,” ucapnya, Kamis (24/08/2023).

Dia menyebut, pemkab tidak pernah melakukan sosialisasi maupun kajian-kajian yang melibatkan para pedagang dalam rencana relokasi ini. Sehingga, para pedagang tidak mau untuk direlokasi dan Pasar Srimangunan dijadikan pasar modern.

Baca Juga:  Sajikan Berbagai Hiburan di Serangkaian Kalender Event Bupati Sumenep

“Titik berat kami adalah tetap mempertahankan Pasar Srimangunan menjadi pasar tradisional. Karena pedagang di Pasar Srimangunan itu antara yang di bawah dan atas saling membutuhkan, jadi gak bisa (direlokasi, red),” tegas Iksan.

Dia berjanji, APPSI akan membuat tim khusus untuk mengawal persoalan tersebut. Menurutnya, tim khusus itu nantinya yang akan intens berkomunikasi dengan pemerintah sampai menemui solusi yang berpihak kepada para pedagang.

“Sampai kapan pun APPSI akan melakukan pendampingan,” tambahnya.

Aksi dalam rangka menyuarakan suara para pedagang itu berakhir ricuh. Massa aksi kecewa karena tidak ditemui Bupati Sampang H. Slamet Junaidi. Mereka hanya ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang H. Yuliadi Setiawan.

“Saya tidak tahu juga, apakah betul bupati ada acara di luar kota, cuman rasa kekecewaan dari kami ada,” ujarnya.

Kemudian, Iksan sangat menyayangkan, dalam aksi ini juga diwarnai pemukulan yang dilakukan oleh oknum kepolisian kepada massa aksi.

Baca Juga:  PMI Pamekasan Belum Mampu Tangani Bantuan Seluruh Kecamatan

“Tadi kami minta ke komandan untuk berdialog, kenapa kok sampai ada yang mukul?, Padahal, saya sudah menjamin bahwa massa tidak akan anarkis. Kalau hanya sekedar mendorong itu hal biasa, jangan sampai mukul,” jelas Iksan.

Sementara itu, saat menemui perwakilan massa aksi, Sekda Sampang H. Yuliadi Setiawan menyampaikan, relokasi pedagang akan ditunda sementara, sambil lalu pemerintah daerah mendiskusikan dan mengkaji persoalan tersebut.

“InsyaAllah akan ada informasi yang baik untuk para pedagang semua,” singkatnya.

Sedangkan, anggota DPRD Sampang yang ikut aksi bersama para pedagang, Aulia Rahman, menegaskan, sebagai penyambung lidah masyarakat, pihaknya siap berpanas-panasan demi memperjuangkan tuntutan para pedagang.

“Kami hadir tujuannya hanya satu, kami meminta kebijakan kepada bupati untuk relokasi ini dibatalkan. Jadi, apabila bupati ada di luar kota, tinggal telpon, batalkan, selesai permasalahan,” tekan politisi yang sudah tiga periode jadi wakil rakyat tersebut..

Pewarta: KM70

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *