Ratusan Pejabat Purna Tugas, BKPSDM Sumenep Khawatir Berdampak Terhadap Kinerja Birokrasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERTUGAS: Di tahun 2020 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan mengakhiri kinerja ratusan pegawai negeri sipil.

KABARMADURA.ID, Sumenep – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep tahun ini akan melepaskan sekitar 386 aparatur sipil negara (ASN). Ratusan abdi negara tersebut masuk kategori purna tugas atau pensiun .

Kondisi itu, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemkab. Utamanya mengenai dampak purna tugas ratusan pegawai negeri sipil (PNS) terhadap kinerja birokrasi. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi, BPPSDM Sumenep, Suharno, Rabu (21/10/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya ratusan ASN yang pensiun rata-rata faktor usia yang sudah masuk masa purna. “Sebagian besar PNS atau ASN yang sudah pensiun itu kalau tahun lalu dari Dinas Pendidikan (Disdik), saat ini merata, dan secara detail tidak bisa dipresentasikan,” katanya.

Pria yang kerap kali disapa Jono ini menegaskan, dibandingkan tahun lalu,  jumlah ASN purna tugas lebih sedikit. Di  2019 kemarin ada sekitar 399 PNS pensiun. Sedangkan tahun ini jumlah pejabat purna tugas  386 ASN.

Sehingga ketika jumlah pejabat  sudah berkurang, maka secara otomatis akan berdampak pada stabilitas kinerja birokrasi. Dia juga menyebutkan, secara detail dari jumlah tersebut terbagi menjadi tiga kriteria, yaitu batas usia pensiun (BUP) 326 pejabat, 51 pensiun meninggal (PM), 9 pensiun dini (PD).

“Per Oktober 2020 ini, tapi itu dinamis bisa saja sekarang atau besok bisa bertambah lagi, dan itu akan direkap setiap bulan saja,” paparnya.

Sementara untuk upaya meningkatkan stabilitas atau mengganti yang sudah masuk purna tugas, maka diserahkan kepada pelaksana tugas (Plt) meskipun secara otoritas kebijakan tidak semaksimal yang bertugas.

“Dan untuk perekrutannya, tidak bisa dari daerah, tapi yang menentukan  adalah pusat, kami hanya menunggu keputusan saja, terkait kebutuhannya,” pungkasnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *