oleh

Ratusan PMI di Sampang Terpaksa Diisolasi Mandiri

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Kapasitas balai latihan kerja (BLK) di Kabupaten Sampang, tidak mampu membendung ratusan Pekerja Migran  Indonesia (PMI) yang sebelumnya terdeportasi di Surabaya. Sehingga, ratusan PMI harus menjalani isolasi mandiri di desanya masing-masing setelah tiba di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Sampang Agus Sumarso mengatakan, saat ini kembali melakukan penjemputan ratusan PMI yang terdeportasi di Surabaya. Penjemputan itu dilakukan secara bertahap. Pertama, Jumat (30/4) telah melakukan penjemputan sebanyak 106 PMI.

Kemudian, di tahap kedua sebanyak 41 PMI kembali dilakukan penjemputan. Dan saat ini, Minggu (2/5) kembali melakukan penjemputan sebanyak 32 PMI. Sehingga, jumlah sementara yang tiba sebanyak 179 PMI asal Sampang. “Semuanya kami lakukan penjemputan ke Surabaya dan jumlah kemarin ada 106, tahap dua 41, dan tahap tiga 32. Jadi penjemputannya bertahap,” ujarnya, Minggu (02/5/21).

Kendati demikian, ratusan PMI tersebut menjalani isolasi mandiri di desanya masing-masing. Sebab, untuk diisolasi di BLK sangat tidak memungkinkan lantaran keterbatasan gedung. Bahkan, jumlah PMI setiap hari bertambah. Terlebih, kapasitas gedung BLK hanya mampu menampung di bawah 50 orang.

Sehingga, berdasarkan koordinasi dengan tim Covid-19, semua PMI diisolasi mandiri, dengan pengawasan dari petugas puskesmas setempat. Disinggung terkait jumlah PMI asal Sampang, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja, untuk PMI asal Provinsi Jawa Timur berjumlah 30 ribu.

“Sebelumnya rencananya di BLK, tapi berhubung setiap hari jumlah PMI bertambah akhirnya isolasi mandiri,” tukasnya.  (mal/ito)

Penjemputan PMI di Surabaya Secara Bertahap

  • Tahap pertama 106 PMI
  • Tahap ke dua 41 PMI
  • Tahap ke tiga 32 PMI
  • Total PMI yang sudah tiba di Sampang 179 PMI

Komentar

News Feed