Ratusan Rancangan Logo Harjad Sumenep Berbau Plagiasi

News2 Dilihat

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Dinilai jauh dari harapan, sayembara logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-754  untuk tahun 2023, bakal diperpanjang. Pasalnya, desain logo yang masuk ke meja panitia dinilai tidak layak diberi apresiasi sebesar Rp10 juta.

Dari 120 desain yang terkumpul, para dewan juri itu langsung menyortir satu per satu karya. Sangat disayangkan, dari karya cukup banyak itu, tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria standar dewan juri yang berjumlah lima orang itu.

Ibnu Hajar selaku sekretaris dewan juri menjelaskan, dari ratusan naskah yang masuk, belum ada yang memenuhi standar kategori. Salah satunya, berkaitan dengan estetika, filosofi dan kesejarahan.

Penilaian terhadap naskah desain logo berlangsung sangat alot. Karena terjadi perdebatan terkait estetika, filosifis dan kesejarahan. Bahkan sempat terjadi deadlock saat proses penilaian, karena belum ada titik temu.

Kendati demikian, pada akhirnya kelima dewan juri menyepakati bahwa semua karya yang dikirim tidak memenuhi standar kategori di atas 50 persen. Maka, diputuskan untuk kembali pendaftaran desain logo hari jadi ke 754 itu.

Baca Juga :  Kunjungan Mensos Risma di Sumenep Sempatkan Beri Bantuan ATENSI

“Belum masuk standar semua, 90 persen hasil karya peserta sarat dengan plagiat. Terkesan tidak elok menerima upah yang cukup besar itu,” kata Ibnu, Rabu (30/11/2022).

Budayawan muda Madura itu melanjutkan, berdasarkan kajian bersama, dewan juri sepakat untuk memperpanjang sayembara logo tersebut hingga tanggal 4 Desember mendatang.

“Jalan alternatif, kami perpanjang untuk mendapatkan karya terbaik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbuporapar) Sumenep Moh. Iksan mengatakan, karena udah tidak memungkinkan ada peserta yang layak menjadi juara, maka dipersilakan dilakukan perpanjangan lagi.

Tetapi jika persoalannya munculnya unsur plagiasi, itu merupakan hal yang lumrah.  Sebab, kata mantan kepala Dinas Sosial Sumenep itu, adanya sayembara itu untuk mencari satu yang dijadikan yang terbaik.

“Itu biar tidak ada lagi pernyataan miring lagi terkait persoalan logo itu. Tetapi jika sudah sesuai tema, maka mestinya sudah ada satu dari 120 peserta itu,” paparnya.

Baca Juga :  Kapolres dan Kajari Sumenep Saling Bertemu, Janjikan Kasus Gedung Dinkes Tuntas Awal Tahun 2023

 

Reporter: KM66

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *