Ratusan Sanggahan CPNS dan PPPK di Bangkalan Ditolak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) SELEKSI: Kegiatan tes standar kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 lalu di Kabupaten Bangkalan. 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih berlanjut. Dari 3.386 pelamar,  sebanyak 1.235 CPNS dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Dari jumlah ribuan TMS itu, sebanyak 599 orang melakukan sanggahan.

Selanjutnya dari 599 sanggahan, hanya 86 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi dan diperbolehkan mengikuti tahapan berikutnya. Yakni, tes standar kompetensi dasar (SKD). Sedangkan, sebanyak 513 sanggahan dari pelamar ditolak. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Roosli Soelihariyono, Senin (23/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hal yang sama juga terjadi di rekrutmen PPPK non guru. Dari 502 pendaftar PPPK non guru, terdapat 200 pelamar dinyatakan TMS. Dari ratusan TMS, hanya menerima 15 sanggahan untuk melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya. Sedangkan, 185 sanggahan dari pendaftar PPPK non guru ditolak. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pelaksanaan tes SKD. Sehingga, semua pelamar yang lolos diminta untuk mengupdate laman website.

“Tes belum ada kepastian, belum ada keputusan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Kami masih menunggu dari sana untuk pengumumannya,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Bangkalan.

Pihaknya menuturkan, sejauh ini persiapan yang tengah dilakukan sudah matang. Hanya saja, untuk lokasi pelaksanaan tes belum dirapatkan kembali dengan Satgas Covid-19 Bangkalan. Dimana, lokasi tes yang biasanya dilakukan di Balai Diklat, saat ini tempat tersebut dijadikan sebagai rumah karantina pasien Covid-19.

“Lokasi tesnya kami juga sudah memiliki beberapa opsi. Ada 2 lokasi yang menurut kami bisa dijadikan tempat tes SKD,” tuturnya.

Dua lokasi yang dimaksud, yakni bisa dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Kemayoran 1 dan di Gedung Merdeka. Meski demikian, pihaknya  belum menghubungi pengelola dua lokasi tersebut. Sehingga, untuk kepastiannya penggunaannya belum jelas.  “Kami belum hubungi pemiliknya langsung, karena dikhawatirkan dipakai untuk kegiatan lainnya,” paparnya.

Disinggung mengenai persiapan sarana dan prasarananya, pria yang akrab disapa Nonok ini mengaku, sudah menggandeng pihak ketiga untuk memfasilitasi kegiatan tes SKD. “Insyaallah pihak ketiga ini sudah memiliki pengalaman. Jadi, kami siapkan 100 komputer. Tapi, bisa jadi nanti lebih. Karena, khawatir ketika hari pelaksanaan ada kendala. Jadi bisa pakai komputer lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelamar CPNS yang lolos Ririn Fitrianingsih mengatakan, agar pengumuman pelaksanaan tes SKD tidak hanya diupdate di website Bangkalan. Melainkan, juga menghubungi secara personal masing-masing pelamar yang telah diterima. Sebab, pihak BKPSDA tidak bisa memberikan kepastian mengenai pelaksanaannya.

“Kami kan kadang tidak selalu dan melulu membuka website Bangkalan. Masak kami disuruh setiap hari buka websitenya. Saat pendaftaran sudah mencantumkan kontak person, mungkin itu bisa digunakan. Saya harap segera ada pengumuman tesnya, biar kami juga bisa melakukan persiapan,” responnya.  (ina/ito)

Jumlah Pelamar CPNS

  • 386 pendaftar
  • 235 CPNS dinyatakan TMS
    • 599 orang melakukan sanggahan
    • 513 sanggahan ditolak
    • 86 sanggahan diterima

Jumlah Pelamar PPPK non Guru

  • 502 pendaftar
  • 200 PPPK dinyatakan TMS
    • 200 melakukan sanggahan
    • 185 sanggahan ditolak
    • 15 sanggahan diterima

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *