Ratusan Sekolah Masih Dijabat Plt, Disdik Bangkalan Diminta Prioritaskan Uji Kompetensi Calon Kepala Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) BANYAK SEKOLAH DIJABAT PLT: Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan diminta prioritaskan uji kompetensi calon kepala sekolah pada tahun anggaran 2022.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Banyaknya sekolah yang masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) menjadi perhatian Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Sebanyak 200 sekolah yang masih dijabat Plt, baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Sebab itu, legislatif meminta Dinas Pendidikan (Disdik) serius memprioritas uji kompetensi calon kepala sekolah (cakep) pada tahun anggaran 2022,

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan adanya anggaran prioritas uji cakep pada Disdik tahun 2022 kepada Badan Anggaran (Banggar). Sebab menurutnya, pelaksanaan tahun ini tidak bisa mencakup semua sekolah yang masih dijabat Plt menjadi kepsek definitif.

Bacaan Lainnya

“Anggaran yang dialokasikan Rp49 juta. Padahal, kebutuhan mencapai Rp200 juta. Jadi ini harus menjadi skala prioritas Disdik terkait pengisian kepsek,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jumlah anggaran uji cakep yaitu Rp10 juta untuk setiap calon kepala sekolah yang mengikuti uji cakep. Sementara, kekosongan kepsek definitif mencapai sekitar 200 sekolah. Sebab itu, plafon anggaran Disdik yang belum terpenuhi menjadi catatan untuk diusulkan ke Banggar.

“Kalau dibiarkan, berarti ada 200 sekolah yang kepala sekolahnya dijabat oleh Plt. Ini harus serius dipikirkan,” paparnya mengenai kondisi sekolah tanpa kepsek definitif.

Menurutnya, uji cakep penting untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah. Baik dari segi manajerial, kewirausahaan, supervisi, kepemimpinan, penguatan karakter, dan pengembangan sekolah berdasarkan delapan standar nasional pendidikan (SNP).

“Karena salah satu penunjang pendidikan adalah kepemimpinan kepala sekolah yang secara kompetensi sudah memadai. Jadi sekali lagi, jangan dibiarkan 200 sekolah itu diisi oleh Plt,” tegasnya..

Terpisah, Sekretaris Disdik Zainul Qomar mengatakan, tahun ini uji cakep hanya bisa dilakukan di 44 sekolah, rinciannya 32 SD dan 12 SMP. Sebab, anggaran yang semula diusulkan untuk uji cakep sebanyak Rp1 miliar terkena refocusing menjadi Rp290 juta.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *