Ratusan Warga Blumbungan Duduki DPMD

  • Whatsapp
GERAM: Ratusan warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan mendatangi DPMD setempat untuk meminta keadilan atas indikasi ketidak netralan panitia Pilkades tahun 2019.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Setelah menemukan indikasi ketidak netralan dalam seleksi administrasi bakal calon kepala desa (bacakades), yang dilakukan oleh panitia pilkades, akhirnya ratusan warga pendukung bacakades asal Dusun, Duwak Tinggi, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabuparen Pamekasan, menduduki Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, Kamis (25/7).

Kedatangan mereka tak lain untuk meminta keadilan, dengan membawa serta beberapa tuntutan atas ketidak netralan panitia pilkades di desa setempat. Tuntutan pertama, warga meminta agar mencabut seluruhnya berita acara dan penetapan dari panitia seleksi administrasi bacakades tahun 2019, dan menyatakan saudara Yetik Nur Milasari lulus dan layak mengikuti tahapan pilkades berikutnya.

Kemudian tuntutan kedua, membubarkan kepanitiaan seleksi administrasi bacakades yang sudah terbentuk, lantaran terindikasi tidak netral. Terakhir, membentuk  kepanitiaan baru untuk merealisasikan pesta demokrasi tingkat desa yang damai dan berkeadilan, sehingga jalannya pilkades bisa menghasilkan pemimpin yang baik.

“Kami sudah mengirim surat ke Pemdes terkait kondisi kepanitaan yang ada di desa kami. Tentunya, kami menginginkan pesta demokrasi ini berjalan aman, damai serta menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab terhadap masyarakat,” ujar Agus, juru bicara (jubir) bacakades Yetik Nur Milasari.

Sebagaimana diketahui, Agus menegaskan alasan panitia tidak meloloskan bacakades Yetik tanpa dasar yang kuat. Menurutnya, alasan panitia lantaran kelengkapan administrasi kurang. Padahal seluruh berkas administrasi sudah dikumpulkan sebelum jeda waktu masa akhir pendaftaran.

Alasan panitia tidak meloloskan lantaran tidak menyetorkan ijazah. Padahal panitia sudah memberikan surat kelengkapan administrasi yang isinya seluruh kelengkapan bacakades kami lengkap.

Lebih lanjut dijelaskan, kelengkapan persyaratan sudah memenuhi dan diterima oleh panitia tertanggal 17 Juli 2019. Bahkan ijazah itu sudah diterima langsung oleh panitia, dan sampai saat ini belum dikembalikan.

“Tapi malah terbit berita acara tidak lolos. Ini jelas merugikan calon kandidat kami pada pilkades serentak tahun ini. Dengan ini kami tidak terima, panitia telah melakukan deskriminasi, manipulatif, dan telah melampaui kewenanganya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Achmad Faisol membenarkan kedatangan warga ke instansinya. Meski demikian pihaknya tidak bisa memberikan sikap tegas atas kejadian tersebut.

Pihaknya berdalih, masih akan melakukan kajian terhadap duduk persoalan yang terjadi di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut. Namun demikian, pihaknya berjanji akan mencari solusi yang benar-benar baik terhadap persoalan tersebut.

“Mereka (masyarakat, red) datang dan menuntut keadilan, karena mereka menilai kandidatnya tidak diloloskan pada pendaftaran pilkades tahun ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa menyelesaikan persoalan ini, sehingga pesta demokrasi desa bisa berjalan kondusif,” pungkasnya. (ito/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *