oleh

Ratusan Warga Desa Banjar Talela Tuntut Tes Bacakades Diulang

Kabarmadura.id/Sampang -Ratusan warga asal Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang, menuntut pelaksanaan rangkaian tes terhadap bakal calon kepala desa (bacakades) diulang. Mereka menuding, proses pelaksanaan tes tulis dan wawancara bacakades tidak transparan dan terkesan menguntungkan salah satu bacakades.

Ihwal tuntutan itu, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Banjar Talela, melakukan aksi damai di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Senin (4/11)

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes warga kepada panitia kabupaten, yang dinilai tidak transparan dan terkesan menguntungkan salah satu bacakades dalam melaksanakan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Banjar Talela Rustam (43) mengatakan, pada saat proses tes tulis dan wawancara bacakades, yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2019 lalu, terdapat beberapa kejanggalan.

Bahkan, pasca pelaksanaan tes selesai, pihak tim penguji tidak memberikan soal tes tulis dan hasil penilaian kembali kepada peserta. Sehingga, para peserta tidak mengetahui jawaban yang benar dan salah.

Disisi lain, kualifikasi penilaian tidak diumumkan kepada peserta, serta hasil penilaian tidak langsung diumumkan setelah tes selesai, tetapi masih diumumkan pada pukul 21.00 malam di hari yang sama.

“Kedatangan kami untuk meminta keadilan, kami memiliki enam tuntutan, diantaranya meminta Bupati Sampang Slamet Junaidi untuk melakukan tes tulis dan wawancara ulang secara terbuka dan transparan terhadap Bacakades Banjar Talela dan bupati  dan legislatif ikut andil melakukan pengawasan pada pelaksanaannya,” tuntutnya,

Lanjut dia, pihaknya juga menuntut Bupati Sampang dapat membatalkan hasil tes tulis dan wawancara beberapa waktu lalu. Bahkan, Rustam meminta semua pihak terkait untuk ikut andil dan berperan serta melakukan fungsi kontrol sesuai tugas masing-masing, memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi warga, sehingga dapat mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan konstitusional.

Ia membeberkan, bacakades yang dia dukung atas nama Zaini itu, merupakan lulusan sarjana, dan sudah 10 tahun berpengalaman memimpin desa. Sementara calon-calon yang lain hanya lulusan SMP dan SMA atau sederajat.

“Kami menuntut, tahapan Pilkades ini diberhentikan dan harus mengadakan tes tulis dan wawancara ulang secara terbuka dan transparan, karena ini tidak masuk akal dan terkesan tendensius terhadap salah satu bacakades,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan menegaskan, tahapan Pilkades di Kabupaten Sampang sudah dijalankan sesuai peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku.

Semua pihak terkait sudah menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai tupoksinya dengan baik, meliputi Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD), tim independen, dan tim delapan.

Untuk itu, Wawan menyarankan, manakala ada pihak yang merasa tidak puas dengan hasil tes dan tahapan pilkades lainnya untuk menempuh jalur hukum. Sebab pihaknya tidak mungkin memberhentikan tahapan dan membatalkan hasil tes tersebut.

“Yang jelas kami (Pemkab Sampang, red) tidak mungkin memberhentikan tahapan yang sudah berjalan ini dan melakukan tes ulang. Jika ada yang tidak puas dengan hasil penetapan dan hasil tes ini, silahkan saja ajukan gugatan ke PTUN,” tegasnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed