oleh

Rawan Berita Hoaks hingga Money Politic

Kabarmadura.id/SUMENEP-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur Mohammad Amin mengungkapkan bahwa di Sumenep dan Madura secara keseluruhan masuk tahap sedang ke atas, menuju ke rawan dalam hal pelanggaran pemilihan umum (Pemilu).

Pelanggaran yang biasa terjadi menurut kajian yang dilakukan pihak Bawaslu adalah penyeberan berita hoaks, tidak netralnya penyelenggara pemilu terhadap salah satu pasangan calon, dan money politik atau politik uang.

“Untuk lokasi, Madura memang  menjadi salah satu indek kerawanan pemilu di 2019, walaupun kerawanannya masih sedang, tidak menjadi kerawanan nasional. Madura sedang ke atas dan menuju rawan,” ungkap Amin, Senin (15/4).

Amin menambahkan, untuk mengantisipasi itu semua, pihaknya dan Bawaslu tingkat kabupaten sepakat melakukan apel siaga, patroli untuk melakukan pengawasan di hari tenang, karena di hari tenang ini juga rawan pelanggaran.

“Di antara fokus pengawasan kita adalah pelanggaran kampanye yang masih dilakukan di masa tenang, termasuk pemasangan alat peraga kampanye yang masih belum ditertibkan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebagai Ketua Bawaslu Jawa Timur akan berada di Madura selama tiga hari yaitu sejak tanggal 14 sampai 16 April. Sejauh sampai saat ini, ia mengungkapkan bahwa penertiban alat peraga kampanye (APK) sudah selesai.

Akan tetapi, khusus di kepulauan, masih ada kendala komunikasi sehingga ada beberapa hal yang masih belum selesai salah satunya adalah distribusi logistik dikarenakan beberapa alasan.

Anggota Bawaslu Sumenep Imam Syafi’i mengatakan tidak jauh berbeda dengan Amin bahwa pihaknya telah selesai menertipkan APK yang tidak ditertibkan oleh para calon legislatif. Khusus untuk mengurangi money politik, ia mengaku bahwa selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga sudah melakukan patroli. (mad/rei).

Komentar

News Feed