Rawan Dijadikan Bisnis Perorangan, Dipertahorbun Bangkalan Diminta Awasi Penyewaan Alsintan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SALMAN ALFARISI) TEGAS: Dispertahorbun harus awasi penyewaan alsintan kepada poktan maupun kepada masyarakat.

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang disewakan kepada kelompok tani (poktan) maupun masyarakat, mulai menjadi perhatian serius Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dipertahorbun) Bangkalan. Dinas terkait meminta agar harga sewa alsintan tidak memberatkan petani, serta menegaskan agar dana dari hasil sewa alsintan bukan diperuntukkan untuk perorangan melainkan sebagai biaya perawatan.

Kepala Dispertahorbun Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, secara regulasi kelompok tani (poktan) diperbolehkan menyewakan alsintan kepada anggota maupun masyarakat umum. Namun dengan persyaratan jika sewa tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan bersama.

Bacaan Lainnya

“Dengan catatan ada kesepakatan dalam poktan sendiri,” kata Puguh, Minggu (25/10/2020).

Dijelaskan Puguh, penyewaan tersebut bukan untuk menjadi penghasilan secara individu. Namun, untuk biaya perawatan alsintan, agar dapat dimanfaatkan dengan jangka panjang. Sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila bantuan alsintan tersebut dijadikan bisnis pribadi.

“Perawatan kan butuh biaya, jika ada yang rusak juga butuh perbaikan. Bukan untuk perorangan,” jelasnya.

Dengan demikian, agar alsintan dipergunakan sebagaimana mestinya. Puguh berharap dalam penyewaan alsintan itu tidak memberatkan para petani, bahkan anggota poktan sendiri. Selain itu setiap tahun harus ada laporan tentang operasional maupun hasil dari sewa alsintan tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Fathor Rosi menyatakan, Dispertahorbun harus mengawasi penyewaan alsintan oleh poktan kepada petani. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyalahgunaan alat bantuan tersebut.

“Harus selalu diawasi, takut ada oknum yang tidak bertanggung jawab nantinya, alsintan ini merupakan bantuan dari Dispertahorbun, jadi jangan sampai dijadikan bisnis pribadi, harus atas nama poktan, ” tukasnya. (km56/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *