Rawat Seni-Budaya dan Kuliner, Disparbud Sumenep Ajukan Paten WBTB

  • Whatsapp
(KM/Subaidi) BAMBANG IRIANTO: Kepala Disparbudpora Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep segera mengajukan beberapa objek kesenian dan kebudayaan, serta kuliner khas Sumenep supaya dipatenkan menjadi warisan budaya tak benda (WBTB).

Disampaikan Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto, sebelum mengajukan supaya dipatenkan menjadi WBTB, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi sejumlah pihak yang kompeten di bidangnya, Selasa (25/2/2020).

Bacaan Lainnya

“Selesai rapat, setelah ada kesepakatan, maka selanjutnya akan kami kami ajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” katanya.

Berbagai pihak yang dilibatkan, antara lain adalah tokoh peduli seni topeng, tokoh seniman dan budayawan, seniman tari muang sangkal, unsur seniman tongtong dan pegiat kuliner.

Dari hasil rapat yang digelar, ada enam item yang akan diajukan WBTB, empat di antaranya berkaitan dengan kesenian dan kebudayaan, kemudian dua di antaranya yakni berkenaan dengan kuliner.

Keenamnya yang diajukan WBTB ke Kemendikbud, untuk seni dan budaya, yakni Topeng Dalang, Sintong, Tari Muang Sangkal, Tongtong. Kemudian untuk kuliner adalah Kaldu Kokot dan Cake.

“Keenammnya, merupakan khas asli Sumenep. Sudah sepakat keenamnya supaya disulkan ke kementerian untuk menjadi WBTB,” ujarnya.

Diungkapkan Bambang, keenamnya perlu dilestarikan untuk menjadi budaya di Sumenep dan kuliner khas Sumenep supaya dapat pengakuan. Termasuk juga agar tidak diklaim oleh pihak luar Sumenep.

“Kami ajukan ke Kemendikbud, supaya dipatenkan menjadi warisan budaya tak benda bahwa itu menjadi kebudayaan Sumenep dan kuliner khusus Sumenep,” tegas mantan kepala Disdik dan DPRD KP dan Ciptakarya Sumenep tersebut.

Ditambahkan, Disparbudpora setiap tahun rutin mengajukan WBTB ke Kemendikbud. Di tahun 2019 lalu, pihaknya mengajukan Saronen supaya dipatenkan menjadi WBTB dan diterima. Sehingga saronen sudah dapat paten WBTB dari Kemendikbud.

“Tahun lalu, kami memang mengajukan satu saja, yakni Saronen dan sudah resmi menjadi WBTB. Sementara tahun 2020 ini, kami mengajukan enam,” tuturnya.

Saat mengajukan, pihaknya, kata Bambang akan mengawal ke Kemendikbud. Ia berharap, keenamnya bisa diterima dan menjadi WBTB.

“Mudah-mudahan keenamnya diterima menjadi WBTB, karena kami juga sudah mempersiapkan materi silsilah dari seni-budaya dan kuliner yang kami ajukan tersebut,” pungkasnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *