oleh

RD Ungkap Pemicu Madura United Gagal Juara Liga 1

Kabarmadura.id-Sejak berdiri 4 tahun lalu, Madura United FC membawa mimpi juara Liga 1. Namun, hal itu hingga kini belum terwujud. Meski begitu, Laskar Sape Kerrab tetap konsisten memungkasi laga resmi di posisi papan atas.

“Hingga kini, mimpi Madura United juara tetap melekat kuat. Kita bertekad mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan,” tegas Dirut Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ulhaq saat menjadi pemateri dalam diskusi Ultah ke-4 Madura United di Balai Redjo Pamekasan, Selasa (14/12/2020) malam.

Acara yang diprakarsai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan tersebut menghadirkan Wakil Bupati Raja’e, aparat, supporter dari empat kabupaten, mahasiswa, dan para wartawan yang bertugas di Bumi Pamelingan.

Dalam kesempatan itu, Wabup mendoakan di usianya yang sudah 4 tahun, Madura United terus berkibar, jaya, dan tetap eksis di kancah nasional. Bahkan, bisa berbicara banyak di laga internasional.

“Dalam pandangan kami, Madura United FC masih muda. Tapi di tahun 2019 tampil luar biasa, berada di urutan ke-5 dalam skala nasional. RD (Rahmad Darmawan, red) pelatih baru yang cukup terkenal, mantan pelatih timnas, semoga bisa bawa Madura United juara,” tegas Wabup Raja’e.

Baginya, Madura United juara adalah harapan besar. Karena klub yang didirikan Achsanul Qosasi tersebut sudah nebjadi entitas Madura.

“Ekspektasi kita adalah Madura United juara tahun ini. Yang bisa menyatukan kita bersama-sama, ada di olahraga. Madura United berperan besar akan hal itu. Perjalanan Madura United sungguh membanggakan karena mampu berbicara di kancah nasional. Kita yakin bisa go internasional. Madura United juara!” tukas Wabup Raja’e.

Penegasan Wabup Raja’e membuat panas telinga Coach RD.

“Saya panas sekali sewaktu Pak Wabup menyatakan kita harus juara. Itu tekanan buat saya sebagai pelatih. Itu sesuatu yang normal, hal biasa,” aku RD.

Sebagai pelatih, pihaknya menyatakan siap menghadapi segala persoalan. Tuntutan juara sangat logis. Walaupun Madura United baru berusia 4 tahun dan masih sangat muda, peluang juara terbuka lebar. Dibandingkan dengan klub yang hampir 100 tahun belum juara, Madura United bisa tampil beda.

“Prestasi Madura United selama empat tahun belakang adalah kejutan, luar biasa selalu eksis di papan atas. Ketika bicara target, ada beberapa faktor yang bisa mendukung hal itu. Selain dari manajemen dan pemain, tentu support dari suporter adalah harga mati,” tegasnya.

Dalam evaluasinya, Madura United di tahun 2019 gagal meraih juara, salah satu pemicunya adalah banyaknya pemain yang dipanggil timnas. Akibatnya, beban yang melekati psikologi para pemain sangat berat. Itu ditambah lagi jeratan cedera yang membuat fisik dan psikis pemain dan klub terganggu.

Herman dari Ultras Madura mengakui, sangat terasa baik perjalanan selama 4 tahun. Kehadiran coach RD memberikan harapan.

“Penyakitnya Madura United tampak di leg kedua, merosot. Putaran kedua, harus baik lagi. Jangan selalu merosot seperti 4 tahun terakhir. Jangan jadi spesialis juara paruh musim. Ini tugas coach RD untuk mengubahnya,” tegas Herman.

Sementara itu, Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menyatakan, Madura United memberikan warna tersendiri di jagat media sosial maupun media massa.

“Dulu, ketika kita ketik Madura, di google yang muncul wikipedia, carok, dan seterusnya,” ungkap Aziz.

Untuk sekarang, tambahnya, setelah Wikipedia, muncul berita-berita Madura United. Itu sangat berkontribusi dalam menampakkan wajah Madura lebih menarik di kancah nasional.

“Madura United bisa menghadirkan contoh yang bagus. Banyak warna tapi satu tujuan: ragam supporter, tapi punya tujuan yang sama. Yakni, menampakkan kepada publik bahwa keragaman Madura itu satu tujuan,” paparnya.

Wartawan tahun ini, tegas Aziz, ingin sekali menulis berita Madura United Juara. Biar berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang hanya mengekspose kalah dan menang. (nam)

Komentar

News Feed