oleh

Reakreditasi Delapan Puskesmas di Pamekasan Tertunda

Kabarmadura.id/Pamekasan–Proses akreditasi sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pamekasan, yang dijadwalkan terlaksana pada tahun 2020 ini terpaksa harus tertunda. Akibatnya, seluruh Puskesmas tidak bisa memperbarui status akreditasinya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Nanang Suyanto. Dirinya mengungkapkan, seharusnya saat ini proses akreditasi sudah selesai. Namun karena wabah Covid-19 reakreditasi Puskesmas harus tertunda.

“Harusnya sudah, tapi karena pandemi Covid-19 ini maka oleh komite akreditasi Puskesmas tingkat pusat ditunda,” ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Dia menjelaskan, proses akreditasi Puskesmas berlangsung setiap tiga tahun. Sementara saat ini, sebanyak 20 Puskesmas di Kabupaten Pamekasan telah terakreditasi, namun terdapat delapan Puskesmas yang dijadwalkan reakreditasi pada tahun ini.

Delapan Puskesmas tersebut meliputi, Puskesmas Larangan, Teja, Pasean, Batumarmar, Galis, Bulangan Haji, Pademawu dan Tlanakan. Semua itu tidak bisa dilaksanakan proses akreditasi dan harus ditunda oleh komite akreditasi Puskesmas tingkat pusat.

Delapan Puskesmas tersebut telah selesai dilakukan akreditasi pada tahun 2017 lalu, sehingga harus melakukan proses reakreditasi pada tahun ini. Pihaknya menyebutkan, dalam tahapannya, Puskesmas dilakukan survei akreditasi dua hingga tiga kali setiap tahun.

Dia menyebutkan, seharusnya pada bulan Maret lalu dan November dilakukan survei akreditasi. Sementara hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pemerintah pusat akan sampai kapan penundaan tersebut.

“Terdapat rencana revisi peraturan menteri kesehatan (permenkes) yang mendasari proses akreditasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam tingkatan akreditasi Puskesmas terdapat empat kategori, yaitu kategori dasar, madya, utama dan paripurna. Sementara hingga saat ini di Pamekasan belum ada yang berstatus paripurna, mayoritas berstatus madya.

Sementara Puskesmas yang berstatus utama di Pamekasan yaitu Puskesmas Waru, Puskesmas Pegantenan dan Puskesmas Palengaan. Puskesmas paling awal melakukan akreditasi yaitu akreditasi Puskesmas Proppo dan Palengaan. Keduanya telah melakukan reakreditasi pada  2019.

“Tentunya kalau sudah ada permenkes baru, baru sosialisasi, baru pelaksanaan, paling cepat nanti 2021 kala sudah direvisi,” tandasnya.

Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Muksin berharap, wabah Covid-19 segera berakhir agar proses reakreditasi Puskesmas bisa segera dilaksanakan.

Sebab menurutnya, masyarakat membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang optimal. Dia menilai, akreditasi Puskesmas penting sebab akan menjadi barometer dalam penyediaan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Bahkan menurutnya, status akreditasi dapat menentukan kualitas pelayanan, meliputi sarana prasarana, alat kesehatan tenaga kesehatan hingga proses administrasinya. Dia meminta agar Dinkes mempercepat setiap proses akreditasi yang perlu dilalui.

“Tentunya masyarakat menginginkan pelayanan yang terbaik untuk kedepannya. Walaupun terkendala Covid-19, semoga ada percepatan proses reakreditasi,” harapnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed