oleh

Realisasi Bantuan untuk Guru Ngaji di Sampang Terancam Gagal

Bisa Meleset dari Target Cair di 100 Hari Kerja Bupati

KM/SUBHAN-TOLKHAH : Kabag Kesra Setkab Sampang

Kabarmadura.id/SAMPANG-Sejatinya, bantuan sosial (Bansos) guru ngaji merupakan salah satu program kerja prioritas bupati dan wakil bupati  sampang periode 2019-2024, dan ditargetkan terealisasi pada April mendatang. Namun, hingga saat ini, program itu masih berkutat dalam tahap verifikasi kelayakan calon penerima.

Calon penerima bansos guru ngaji di Sampang tahun ini sebanyak 6 ribu jiwa, tersebar di 14 kecamatan. Sayangnya, penerimanya masih diverifikasi kelayakannya. Setiap penerima mendapat bantuan senilai Rp1 juta yang langsung ditransfer ke rekening penerima, sehingga total anggaran bansos mencapai Rp6 miliar.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setkab Sampang Tolkhah mengatakan, realiasasi pencairan bansos melalui berbagai tahapan, melipuiti verifikasi calon penerima, pembuatan rekening masing-masing penerima dan penetapan penerima melalui surat keputusan (SK) bupati, setelah itu bansos bisa cairkan kepada penerima.

Menurut dia, progres pencairan bansos itu masih berkutat pada tahapan verivikasi calon penerima, maka tinggal dua tahapan lagi untuk bisa merealisasikan program pririotas bupati anyar itu. Dengan begitu,  proses verifikasi calon penerima harus terus dikebut.

“Yang jelas kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar bansos ini cair sesuai target, saat ini kami terus mengebut proses verifikasi kelayakan penerima,” ucap Tolkhah kepada Kabar Madura, Kamis (14/3).

Tolkhah menjelaskan, jumlah guru ngaji di Sampang mencapai sekitar 18.000 orang, sedangkan yang mendapat bansos hanya sekitar 30 persen setiap tahun. Pasalnya, ketersedian anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sangat terbatas, maka penyaluran bansos tersebut dilakukan secara bergulir.

“Bansos ini hanya sebatas insentif dan penghargaan dari pemerintah kepada warga yang sudah mendedikasikan dirinya untuk kepentingan ummat,”paparnya.

Ia menegaskan, semua berkas calon penerima bantun tersebut, datanya harus benar-benar valid dan memenuhi semua persyaratan, diantaranya harus memiliki santri atau anak yang mengaji minimal 20 jiwa, tidak berstatus pensiunan aparutur sipil Negeri (ASN).

”Pada saat proses verifikasi dilapangan, kami masih banyak menemukan data penerima yang perlu diperbaiki, dan tercatat sebagai pensiunan,”ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan mengupayakan pencairan bansos guru ngaji sesuai dengan target. Namun jika mengaca pada pengalaman di tahun sebelumnya, pencairan bansos itu dilaksanakan pada akhir tahun,. Namun kali, diupayakan dicairkan lebih awal, sehingga masih perlu penyesuaian. (sub/mam/waw)

Komentar

News Feed