oleh

Realisasi CSR HCML di Sampang Menyusut dan Terlambat

Kabarmadura.id/SAMPANG–Menjelang akhir tahun 2020, dana corporate social responsibility (CSR) Husky Cnooc Madura Limited (HCM) di wilayah terdampak di Sampang belum juga terealisasi.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, tidak hanya pelaksanaan program CSR yang molor,namun anggaran yang disediakan lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Praktis, jenis bantuan yang disalurkan akan semakin sedikit.

Tahun ini hanya ada dua kegiatan bantuan yang akan diberikan,yakni pemberian 52 unit jaring kepada nelayan dan pembangunan jalan. Total anggaran yang disediakan hanya sebesar Rp400 juta, menurun dari tahun sebelumnya.

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Putra Mandangin Bersatu (PMB) Agus Wedi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa belum ada realiasi program CSR dari HCML. Pihaknya sebagai pelaksana penyaluran bantuan belum memastikan kapan akan direalisasikan.

”Kami sudah melakukan sinkronisasi kegiatan dengan HCML dan pemkab. Kami ajukan dua kegiatan di tahun ini karena adanya wabah Covid – 19. Untuk anggarannya kami belum bisa menyampaikan,”ucapnya.

Agus mengakui bahwa pengajuan program CSR di tahun ini lebih sedikit. Alasaannya, karena tidak bisa melibatkan orang lebih banyak. Kegiatan yang diajukan adalah bantuan jaring dan pembangunan jalan. Namun dia belum mengetahui apakah dua kegiatan itu bisa dilaksanakan.

Mengenai susutnya CSR, Agus mengaku bahwa dua kegiatan itu berasal dari usulan masyarakat. Sementara pengajuan lainnya, sebagian besar dicoret saat sinkronisasi dengan pemerintah daerah.

”Kemungkinan program lainnya bisa terealisasi tahun 2021,” ucapnya.

Namun Agus menegaskan bahwa keterlambataaaan realisasi CSR akibat wabah Covid-19. Sehingga proses sinkronisasi yang molor berdampak pada pelaksanaan. Namun menurutnya, kegiatan itu akan segera terlaksana jika dana segera turun.

Terpisah, Manager Regional Office HCML Hamim Tohari membenarkan bahwa program CSR HCML tahun ini belum terealisasi. Selaras dengan pernyataan Agus Wedi, alasannya adalah wabah Covid – 19.

Selain itu, karena proses jasmas baru bisa dilaksanakan oleh pemerintah setempat di Pulau Mandangin.

“Hasil jasmas ditindaklanjuti dengan pertemuan sinkronisasi ditingkat kabupaten bulan September 2020. Selanjutnya, hasil itu ditindaklanjuti oleh kami untuk diproses realisasinya,” terangnya.

Dia juga membenarkan bahwa anggaran yang disediakan sebesar Rp400 juta dan direalisasikan dalam bentuk bantuan jaring dan pembangunan jalan. Nominal anggaran yang akan dialokasikan merupakan anggaran tahunan hasil dari koordinasi dan konsultasi HCML dengan pemerintah setempat.

”InsyaAllah awal bulan Oktober sudah terealisasi. Kalau untuk detail anggaran masing-masing program langsung tanayakan ke pemdes setempat,” pungkasnya. (km54/waw)

 

Komentar

News Feed