Realisasi DAK Disetop, Pembangunan Bangkalan Tersendat

  • Whatsapp
MENUNGGU PETUNJUK: SDN Bayoning Laok 1, Bangkalan yang ambruk akhir tahun 2019 lalu menunggu DAK untuk bisa dibangun kembali.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Adanya edaran dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati perihal Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2020, membuat DAK yang telah disiapkan tersendat dan tak bisa diserap lantara lelang pengadaan barang dan jasa dihentikan..

Surat tertanggal 27 Maret 2020 ini ditujukan kepada gubernur dan bupati juga walikota penerima DAK fisik se-Indonesia. Dikeluarkan SE tersebut dalam rangkan mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Wakil Bupati Bangkalan Muhni menuturkan, surat yang dari menteri keuangan memang turun seperti itu. Namun, ia meminta kepada seluruh instansi yang menangani itu untuk tidak langsung memutus atau menghentikan lelang barang dan jasa.

“Tapi harus teliti dan cermat juga hati-hati, tapi jangan juga melelang proyek itu sekarang,” katanya.

Menurut mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan itu, sebab Bangkalan ke depannya tidak bisa diprediksi. Jadi ia meminta agar proses lelang barang dan jasa dilakukan seleksi dan cermat. Proyek mana yang darurat untuk dilelang dan tidak. Pasalnya, sifat anggaran daerah saat ini digunakan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Sebenarnya tidak banyak anggaran penanganan wabah ini. Tapi kami ada paket di Suramadu itu. Itu butuh anggaran makan dan minum di sana,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, Waki mengatakan, pengadaan barang dan jasa yang dihentikan khusus yang berbentuk fisik dan yang sumber dananya dari DAK. Ia menyampaikan, semua DAK Fisik di luar bidang pendidikan dan kesehatan yang belum atau sedang proses dihentikan sesuai surat edaran dari menteri keuangan.

“Kalau yang sudah proses dan sudah ditandatangani, harus segera melaporkan,” tuturnya.

Jumlah anggaran DAK-nya yang dihentikan sekitar Rp69.04 miliar. Anggaran tersebut melekat di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bangkalan. Kebanyakan, kata Waki, DAK tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

“Untuk jumlah berapa titik proyeknya ada di masing masing OPD, yang diperuntukkan untuk infrastruktur,” paparnya.

Sementara itu, untuk proyek pembangunan 48 sekolah yang akan dibangun dalam tahun 2020 ini, sekarang ini masih proses pembuatan surat keterangan (SK) lokasi dari bupati.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD, Disdik Bangkalan, Moh Yakub mengatakan, sampai saat ini DAK di bidang pendidikan masih tetap berjalan.

“Kalo di bidang pendidikan tetep jalan, tidak ada pemberhentian. Untuk pembangunan 48 sekolah itu, kita mendapatkan DAK sebesar Rp8,9 miliar,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *