oleh

Realisasi Dana Alat Kesehatan Terhambat Kontrak, Dinkes Fokus Verifikasi Pengajuan dari Puskesmas

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Anggaran dana bantuan alat kesehatan (Alkes) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan tak kunjung terealisasi. Kontrak dengan pihak ketiga penyedia alat kesehatan, diakui menjadi penghambat lambannya pengadaan alkes tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Farid Anwar mengatakan,  untuk tahun ini besaran dana Alkes yang dimiliki sebesar Rp1,3 miliar. Dana itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau dari Anggaran  Pendapatan Asli Nasional (APBN).

Dikatakan Farid, saat ini tersebut masih belum bisa direalisasikan. Persoalan kesepakatan kontrak antara Dinkes Pamekasan dengan penyedia barang masih belum menemui titik temu.  Sehingga, jadwal pengadaan alat-alat penunjang pelayanan kesehatan masih tertahan.

“Insyaallah  paling lambat 2 Bulan ini mas, tinggal menunggu kontrak. Jika kontraknya selesai maka langsung didistribusikan,” katanya.  Rabu (8/5)

Lebih lanjut pria yang juga menjabat Direktur RSUD H. Slamet Martodirjo Pamekasan itu menjelaskan, target sasaran serapan dana alkes adalah seluruh pusat pembinaan kesehatan terpatu (Pospindu) di seluruh desa di Pamekasan.

Dikatakannya, pengadaan alat-alat kesehatan itu, saat ini harus dilakukan secara online melalui e-katalog. Sehingga segala bentuk kebutuhan alat-alat medis di masing-masing pospindu atau puskesmas diperoleh melalui e-katalog tersebut.

Farid mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah focus melakukan rekapitulasi kebutuhan, serta memverifikasi terhadap seluruh pengajuan kebutuhan alkes yang dilaporkan oleh masing-masing Puskesmas.

“Pengadaan melalui e-katalog lebih mudah dalam memaksimalkan realisasi pengadaan Alkes,” paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur menyampaikan, dana alkes harus segera direalisasikan, mengingat kebutuhan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat sangat mendesak.

Politikus PPP itu berharap, setiap pengadaan alkes melalui e-katalog sesuai dengan kebutuhan riil di masing-masing pusat pelayanan kesehatan. Segala kebutuhan pusat layanan kesehatan harus terpenuhi dengan baik. Sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat juga maksimal.

” Semoga tidak gagal di tahun ini, agar alkes langsung bisa digunakan segera mungkin untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed