oleh

Realisasi Dana Partisipasi HCML Ditengarai Ada Manipulasi

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Realisasi dana partisipasi dari Husky Cnooc Madura Limited (HCML), dutengarai terjadi manipulasi dalam pengajuan proposal di sejumlah desa. Pembangian dana dari perusahaan migas itu terus menuai protes dari nelayan, karena enam desa yang menerima bantuan dana partisipasi terkesan dimanipulasi.

Dasar dugaan terjadi manipulasi itu, karena masih banyak nelayan yang wilayahnya belum tercatat sebagai penerima bantuan sebanyak Rp40 juta per desa. Sehingga, disinyalir banyak nelayan yang dibohongi soal pengajuan proposal.

Terdapat enam desa di Kecamatan Camplong menerima bantuan dana partisipasi. Di antaranya, Desa Tanjung, Sejati, Banjar Talela, Dharma Camplong, Desa Taddan dan Desa Tambaan. Setiap desa menerima dana sebesar Rp40 juta.

Salah satu tokoh nelayan di Dusun Juklanteng, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang mengaku kecewa dengan tidak meratanya dana partisipasi. Selain itu, diduga ada pengajuan berbentuk proposal tentang pemberian bantuan. Sementara nelayan tidak merasakan secara langsung bantuan tersebut.

“Sebelum mendapatkan bantuan setiap desa, ternyata sudah ada rekayasa. Ada pengajuan yang seolah dari nelayan. Sementara nelayan tidak dilibatkan,” katanya.

Sehingga menurutnya, banyak nelayan tidak mengetahui adanya kucuran dana. Bahkan, nelayan yang desanya sudah menerima bantuan, hanya sebagian kecil yang mengetahui hal itu. Sehingga, diduga bantuan tidak menyentuh langsung kepada nelayan.

Bahkan, lanjut Ahmad, dana partisipasi yang diberikan HCML tidak memberikan dampak positif secara langsung kepada nelayan. Apalagi pembagiannya tidak merata. Sehingga tidak sedikit nelayan yang akan melakukan protes susulan.

“Kami sama-sama bekerja di laut. Wilayah tangkapan kami juga sama. Dan, adanya aktivitas HCML di laut sangat berpengaruh. Kami akan lakukan protes dan terus menerus sebelum adanya kepastian pemberian bantuan merata,” katanya.

HCML kemudian dinilai sudah melanggar janji akan menepati protes dan tuntutan nelayan. Sebab terbukti hanya sebagian desa yang mendapat dana partisipasi. Itu pun tidak jelas dampaknya kepada petani.

“Kami juga akan melibatkan nelayan dari Pamekasan. Meskipun bukan daerah terdampak, namun mereka juga merasakan kerugian. Sebab wilayah tangkapan mereka tidak jauh dari lokasi eksploitasi yang dilakukan HCML,” ucapnya.

Selain itu, informasi yang dirangkum Kabar Madura, ada dugaan salah satu karyawan HCML, Ali Aliyuddin yang terlibat dalam pemberian dana partisipasi. Sayangnya, bantuan itu tidak jelas peruntukannya.

Anehnya, Manajer Regional Office HCML Hamin Tohari dan Ali Aliyuddin justru menolak memberikan keterangan. Meskipun sebelumnya telah berjanji kepada nelayan untuk memberikan dana partisipasi usai protes dilakukan oleh ratusan nelayan ke tengah laut.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan membenarkan soal pencairan dana partisipasi kepada enam desa. Namun pihaknya mengaku tidak mengetahui secara detail peruntukan bantuan itu.

“Saya tidak tahu detail. Namun yang pasti bantuan itu bentuk kepedulian HCML kepada nelayan,” katanya.

Disinggung soal penentuan enam desa yang menerima dana partisipasi, dikatakan bahwa  keputusan itu dilakukan oleh HCML, kemudian didiskusikan dengan pemerintah.

“Memang setelah itu didiskusikan. Untuk nelayan di Kecamatan Sampang memang tidak ada dalam pembahasan sebagai penerima dana partisipasi,” katanya. (man/waw)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed